PCNU Surabaya: Pembantaian Etnis Rohingya itu Tindakan Biadab!

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 03 September 2017
PCNU Surabaya: Pembantaian Etnis Rohingya itu Tindakan Biadab!

Pengungsi baru Rohingya duduk dekat kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, Selasa (29/8). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Suara keras dan kecaman terhadap pemerintahan junta militer Myanmar atas penindasan etnis Rohingya terus bermunculan dari Tanah Air. Kali ini giliran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya.

Menurut Ketua PCNU Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri pihak mengecam keras penindasan dan pembantaian terhadap etnis mulsim Rohingya.

"Kami menyerukan para pemimpin umat Buddha di Indonesia khususnya dan umat beragama pada umumnya untuk mengutuk tindakan biadab itu. Selanjutnya melakukan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan aksi tersebut," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri di Surabaya, Minggu (3/9).

Sebagaimana juga umat Islam yang sudah tegas mengutuk tindakan teror yang mengatasnamakan Islam, lanjut dia, pihaknya juga menunggu sikap lebih tegas dari umat umat Budha untuk mengutuk keras aksi tersebut.

Apapun motif yang melatar belakanginya, lanjut dia, tindakan biadab itu telah melibatkan tokoh dan simbol-simbol agama Budha.

"Tidak cukup menyayangkan atau prihatin. Kami menunggu, khususnya umat Budha di Indonesia untuk mengutuk tindakan teror dan pembantaian terhadap muslim Rohingya," ujarnya.

Zuhri tidak menampik fakta adanya faktor geopolitik-geoekonomi dalam kasus itu. Tetapi dalam hal ini, konsen NU Surabaya adalah menjaga kedamaian dan keharmonisan hubungan antar umat beragama.

"Selain membantu penyelesaian tragedi yang menimpa saudara-saudara kita di Rohingya. Ini penting kita lakukan. Jangan sampai muncul kesan bahwa umat Budha di Indonesia merupakan bagian atau setidaknya mengamini tindakan biadab itu," katanya.

Selanjutnya, lanjut dia, NU Surabaya mengajak serta umat beragama untuk menghimpun bantuan kemanusiaan bagi warga Rohingya.

Menurut dia, para pemimpin umat Budha di Indonesia dan seluruh umat beragama lainnya juga mengutuk tindakan biadab tersebut. Kini, kata dia, PCNU Surabaya tengah menunggu gerakan tokoh-tokoh agama untuk memikirkan tindakan selanjutnya, guna menghentikan aksi pemerintah Myanmar itu.(*)

# NU #Nahdlatul Ulama #Surabaya #Pengungsi Rohingya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Ada dugaan pengondisian terhadap paket-paket nama AHWA telah menimbulkan keresahan di kalangan pemilik suara.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Indonesia
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Seluruh peserta muktamar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan tuntunan para ulama serta menjunjung tinggi akhlak dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Bagikan