PBNU Luncurkan Produk Digital

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 17 November 2017
PBNU Luncurkan Produk Digital

Peluncuran produk digital PBNU di Jakarta. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan beberapa produk digital untuk merespons perkembangan zaman. Produk tersebut yaitu Aplikasi Mobile NU, Telivisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon, dan Mobil Halal Investigasi.

"Dunia tengah berubah, peradaban digital telah menjadi bagian gaya hidup umat manusia. Tsunami digital telah melanda semua sisi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat peluncuran di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).

Said Aqil menjelaskan, perubahan cepat di era internet membawa dampak yang sangat signifikan di dunia informasi. Tidak hanya di ranah informasi ekonomi, informasi stabilitas kemanan juga sangat dipengaruhi oleh propaganda media sosial dan atmosfir pemberitaan dan proxy yang seringkali menggempur pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

"Bahkan polusi dan sampah informasi seringkali membanjiri kehidupan masyarakat, fitnah dan berbagai kebohongan seringkali dimunculkan melalui keterhubungan media online dan sosial media," jelas KH Said Aqil.

Tak hanya itu, kata KH Said, kita semua haruslah teliti dan waspada dalam menyaring informasi yang tersebar dengan mudah dan cepat.

"Jika tidak teliti, dipastikan kita akan terombang-ambing dan tersesat di jalan yang terang," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut KH Said, PBNU mengambil peran dalan revolusi digital dengan jalan memberikan pendidikan melek literasi digital pada generasi muda.

"Utamanya bagi nahdliyyin dan masyarakat Indonesia PBNU berinisiatif untuk meluncurkan Aplikasi Mobile NU, Telivisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon dan Mobil Halal Investigasi sebagai bentuk dedikasi menjaga PBNU atau Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan juga Undang-Undang Dasar 1945," tandasnya.

Turud hadir pada acara launching tersebut, yaitu Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menkominfo Rudiantara, Sekjen PBNU Helmy Faisal serta para pengus PBNU. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Khofifah v Gus Ipul di Pilgub Jatim, Wasekjen PBNU: Nanti Juga Tahlilan Bareng

#Said Aqil Siradj #PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Kehadiran Presiden diperkirakan turut meningkatkan jumlah warga yang datang ke Jombang, baik peserta muktamar maupun warga NU dari berbagai daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Indonesia
Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050
Substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
Elite PBNU Terlibat Saling Pecat, Gus Faris: Rais Aam, Ketum, dan Sekjen tak Layak Dicalonkan Lagi
Saling memberhentikan pengurus dengan dasar aturan organisasi merupakan fenomena yang belum pernah terjadi dalam sejarah NU.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Elite PBNU Terlibat Saling Pecat, Gus Faris: Rais Aam, Ketum, dan Sekjen tak Layak Dicalonkan Lagi
Indonesia
Jelang Muktamar PBNU, Guru Besar UI Usulkan Ketua Umum Dipilih AHWA
AHWA tidak semestinya hanya berperan dalam memilih Rais Aam, tetapi juga perlu diperkuat untuk menyeleksi calon Ketua Umum PBNU.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar PBNU, Guru Besar UI Usulkan Ketua Umum Dipilih AHWA
Indonesia
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Delegasi Indonesia ke Iran tersebut merupakan perwakilan bangsa Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi Iran, sebagai negara sahabat bagi Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
Gus Salam Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU, Keliling Daerah Cari Dukungan
KH Nurul Huda Djazuli menginginkan pengurus PBNU selalu bersatu, rukun dan kompak, mengingat organisasi ini merupakan tempat berkumpulnya para ulama
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gus Salam  Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU,  Keliling Daerah Cari Dukungan
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit
NU memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga bangsa, terutama ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan masa-masa sulit. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit
Indonesia
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Untuk tema muktamar nantinya intinya juga sama yakni menjaga maruah NU dan memperkaya khidmat untuk kemasyarakatan bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Bagikan