Payung Sekaligus Mantel, Unik dan Praktis di Hari Hujan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 22 Juni 2021
Payung Sekaligus Mantel, Unik dan Praktis di Hari Hujan

Perusahaan asal Jepang buat payung yang bisa diubah jadi jas hujan. (Foto: Thanko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KENAPA harus bawa payung dan mantel (jas hujan) jika kamu bisa menggabungkan keduanya? Akhir-akhir ini hujan mulai mengguyur daerah Jakarta dan sekitarnya. Oleh sebab itu, sedia payung sebelum hujan jelas jadi peribahasa yang harus diingat.

Namun, payung tidak selamanya bisa melindungi diri dari guyuran hujan. Supaya enggak kebasahan, mantel atau jas hujan sepertinya jadi pilihan yang lebih baik. Daripada bingung, perusahaan gawai asal Jepang bernama Thanko memberikan solusi. Mereka meluncurkan produk praktis yang cocok pada musim penghujan: payung lipat yang bisa berubah jadi ponco.

Baca juga:

Pilih Jas Hujan yang Bukan Ponco

Ketika dilihat secara sekilas, produk ini mirip dengan payung lipat pada umumnya. Dengan tinggi 37cm dan lebar 7cm, ukurannya serupa dengan yang biasanya ada di pasaran. Ketika dibuka, pembeli akan melihat payung biasa berwarna hitam.

Namun, ketika hujan mulai lebat dan kamu membutuhkan proteksi ekstra, pengguna bisa membuka lapisan kain di bagian atas dengan menyingkirkan enam tutup pada tiap ujung payung.

Payung Sekaligus Mantel, Unik dan Praktis di Hari Hujan
Dengan membuka ujung payung, produk ini berubah jadi jas hujan. (Foto: Thanko)

Setelahnya, kamu bisa membuka lapisan di permukaan payung yang dapat digunakan untuk melindungi bagian belakang pengguna. Fitur ini sangat cocok bagi mereka yang mengenakan ransel. Biasanya payung tidak terlalu membantu menjaga tas tetap kering, tapi berkat lapisan ini setidaknya barangmu bisa lebih aman.

Itu baru permulaan. Payung itu baru menyingkapkan sihir sebenarnya ketika gagangnya dipendekkan. Setelahnya, masukkan kepala di tudung bagian dalam payung dan voila, payung itu sekarang berubah jadi jas hujan seukuran 95cm x 190cm.

Setelah hujan reda, pengguna bisa melipatnya kembali dan menaruhnya dalam tas karena ukurannya yang kecil. Praktis sekali, bukan?

Baca juga:

Para Sosialita, Yuk Beli Jas Hujan Untuk Anjing Peliharaanmu Seharga 7 Jutaan

Payung Sekaligus Mantel, Unik dan Praktis di Hari Hujan
Meskipun fashion disaster, tapi setidaknya pengguna enggak perlu lagi kebingungan dalam memilih payung atau jas hujan. (Foto: Thanko)

Menanggapi hal ini, beberapa orang telah menulis ulasannya. "Itu ide yang bagus," kata pengguna bernama Ishimine. Sementara orang lain berterima kasih pada Thanko karena telah mencetuskan produk inovatif ini. "Sangat nyaman karena dapat digunakan sebagai payung atau ponco. Ini dibuat dengan baik. Saya akan menggunakannya dengan hati-hati. Terima kasih banyak," tulisnya.

Sayangnya, bentuk payungnya tidak berubah sama sekali. Jadi bagian depan tubuh pengguna akan benar-benar berbentuk payung. Walaupun cukup fashion disaster, tapi setidaknya kamu enggak perlu bingung memilih payung dan mantel lagi deh. (sam)

Baca juga:

Bikers, Begini Cara Memilih Jas Hujan Terbaik

#Musim Hujan #Unik #Hal Unik #Jepang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Samantha Samsuddin

Be the one who brings happiness
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
BMKG memprediksi musim hujan Jawa Tengah 2026-2027 dimulai November. El Nino kuat dan IOD positif diperkirakan membuat musim hujan mundur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
Berita Foto
Asian Games 2026: Aksi Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing
Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi saat finish pada final di Jepang, Rabu (30/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 30 September 2026
Asian Games 2026: Aksi Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing
Olahraga
Di Motegi Jepang, Marc Marquez Berambisi Jawara Dunia ke-7 Kali
MotoGP dijadwalkan akan memasuki Grand Prix Jepang yang berlangsung di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Jepang mulai Jumat (2/10) hingga Minggu (4/10).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Di Motegi Jepang, Marc Marquez Berambisi Jawara Dunia ke-7 Kali
Berita Foto
Asian Games 2026: Alwi Farhan Raih Medali Perunggu Tunggal Putra
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berpose saat upacara penganugerahan medali tunggal putra Asian Games 2026 di Jepang, Selasa (29/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 29 September 2026
Asian Games 2026: Alwi Farhan Raih Medali Perunggu Tunggal Putra
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Berita Foto
Aksi Fajar/Fikri dalam Final Bulu Tangkis Beregu Putra Asian Games 2026
Selebrasi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Kamis (24/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 24 September 2026
Aksi Fajar/Fikri dalam Final Bulu Tangkis Beregu Putra Asian Games 2026
Indonesia
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Meskipun kedatangannya terlambat, akumulasi curah hujan pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Bagikan