Pawai Akbar Warnai Hari Santri Nasional di Makassar

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 21 Oktober 2017
Pawai Akbar Warnai Hari Santri Nasional di Makassar

Pawai Akbar (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Jelang puncak perayaan Hari Santri Nasional 2017 yang akan berlangsung Minggu (22/10) esok, sejumlah rangkaian kegiatan digelar para santri.

Ratusan santri dari Makassar, Sulawesi Selatan melaksanakan pawai akbar sekaligus jalan santai untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2017.

Sebagaimana dilansir Antara kegiatan berlangsung di jalan Perintis Kemerdekaan, Makasar, Sulawesi Selatan, Sabtu diikuti berbagai kalangan baik dari civitas akademika Universitas Islam Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Pondok Pesantren dan Madrasah yang ada di kota Makassar serta Jamaah Nahdatul Ulama.

Mengambil rute start dari kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar di jalan Urip Sumiharjo dan finish di kampus Universitas Islam Makassar jalan Perintis Kemerdekaan KM 9.

Sejumlah umbul-umbul, bendera dan simbol-simbol islam diarak saat pawai. meski cuaca berawan, antusias peserta tetap terjaga dengan penuh semangat mengikuti acara.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Universitas Islam Makassar dan Universitas Musllim Indonesia.

Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain Agus Arifin Numang bertindak tuan rumah saat penyambutan peserta pawai akbar sekaligus jalan santai tersebut mengucapkan selamat hari santri.

Kegiatan yang diikuti peserta ini adalah bagian dari gambaran dari perjuangan, dengan merefleksi perjuangan para ulama dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menyambut hari santri nasional.

"Semoga dengan peringatan ini para santri dapat meneladani perjuangan para ulama dalam mempertahankan NKRI," kata Rektor UIM Madja saat penyambutan.

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU ini memaparkan, perjuangan para ulama mempertahankan kemerdekaan dengan adanya resolusi jihad, maka para santri diharapkan mengisi kemerdekaan dengan belajar, berperang melawan kebodohan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Rais Syuriah NU Sulsel yang Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy, Rais Syuriah NU Makassar AGH.Baharuddin, Ketua Tanfidziyah NU Makassar Abd Wahid Tahir, Kepala Kemenag Makassar Nur Khalik, civitas akademika UIM serta perwakilan badan otonom NU.(*)

#Hari Santri Nasional # NU #Ketua MUI #Nahdlatul Ulama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Ada dugaan pengondisian terhadap paket-paket nama AHWA telah menimbulkan keresahan di kalangan pemilik suara.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Indonesia
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Seluruh peserta muktamar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan tuntunan para ulama serta menjunjung tinggi akhlak dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Bagikan