PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis

PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berperan strategis serta berkomitmen kuat dalam mendukung kegiatan riset di sektor kelapa sawit nasional. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengatakan komitmen BPDP dalam mendukung kegiatan riset di sektor kelapa sawit terlihat secara nyata. Hingga 2025, BPDP tercatat telah mendukung pendanaan terhadap sekitar 400 judul penelitian yang mencakup berbagai aspek mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.

Sejauh ini, riset-riset yang didanai BPDP mencakup berbagai macam topik mulai dari pengembangan material baru berbasis sawit dan biomassa yang menghasilkan nilai tambah tinggi hingga studi di lingkungan perkebunan dan kajian sertifikasi demi mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan dan mendukung ekonomi sirkular atau circular economy.

"Riset yang dibiayai BPDP mulai dari hulu hingga hilir sektor kelapa sawit. Dari sudut ini, komitmen BPDP dalam mendukung riset-riset sawit sangat jelas terlihat," katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tungkot berharap BPDP dapat terus mengoptimalkan dukungan terhadap kegiatan riset termasuk melalui pelaksanaan evaluasi komprehensif secara berkala guna memperoleh masukan strategis dalam meningkatkan efektivitas peran lembaga tersebut di bidang riset. Ia menyoroti salah satu hal yang perlu dievaluasi yakni keterbatasan hasil riset yang berhasil menjadi inovasi dalam praktik bisnis di industri kelapa sawit. Menurutnya, sebagian besar hasil riset kelapa sawit masih berhenti pada tataran publikasi ilmiah dan belum berlanjut ke tahap implementasi praktis di industri.

“Hal yang diperlukan industri sawit yakni inovasi bisnis. Agak ironi memang, riset-riset sawit semakin banyak, tetapi produktivitas sawit stagnan bahkan menurun," ujarnya.

Baca juga:

1 Juli Indonesia Setop Impor Solar, Sawit Jadi Energi Masa Depan



Penulis buku Mitos dan Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia ini mencontohkan terdapat banyak penelitian terkait dengan penyakit ganoderma yang menyerang tanaman kelapa sawit, tapi hingga saat ini belum terdapat kebijakan nasional yang solutif dalam penanggulangan penyakit tersebut di Tanah Air. "Inilah tantangan di masa depan yang harus dilakukan bagaimana mempercepat implementasi hasil riset (invensi) menjadi inovasi bisnis dan kebijakan," tegasnya.

Tungkot meyakini perlu ada perubahan paradigma riset untuk industri sawit di masa depan dari berdasarkan supply-driven menjadi ke market-driven. Ia menegaskan para pelaku industri sangat berharap riset sawit menghasilkan inovasi yang dapat memecahkan masalah riil di lapangan.

Riset-riset yang didanai BPDP diharapkan mampu memberikan solusi serta menjadi pemecah masalah atau problem solving terhadap berbagai persoalan yang dihadapi industri kelapa sawit nasional saat ini seperti peningkatan produktivitas atau efisiensi, peningkatan aspek sustainability dan awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, serta mendorong penemuan/inovasi produk atau pasar baru. "Secanggih apa pun riset, jika tidak bisa menghasilkan solusi bagi masalah riil yang dihadapi industri sawit, tidak banyak gunanya," katanya.

Ia menambahkan riset di sektor kelapa sawit perlu memberikan perhatian lebih terhadap isu kampanye negatif di tingkat global. Ia mengatakan tantangan persepsi publik terhadap industri sawit masih belum diimbangi dengan dukungan riset yang memadai.

"Kalau persepsi masyarakat tentang sawit semakin jelek dan dibiarkan berlarut-larut, secara perlahan hal itu akan menghancurkan masa depan sawit," pungkasnya.(*)

Baca juga:

Prabowo Sebut Kelapa Sawit 'Miracle Crop', Ungkap Alasan Prioritaskan Pengembangannya

#Kelapa Sawit #Industri Sawit #Perkebunan Sawit
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
130 Perusahaan Sawit Belum Naikkan Harga TBS Setelah Penguman Ekspor Satu Pintu Pemerintah
pemerintah bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan masih terus memantau perusahaan yang belum melakukan penyesuaian harga tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
130 Perusahaan Sawit Belum Naikkan Harga TBS Setelah Penguman Ekspor Satu Pintu Pemerintah
Berita
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Pintu Masuk Kuatkan Posisi Tawar Petani
Hingga saat ini, sekitar 22 ribu petani telah tergabung dalam jaringan FORTASBI, yang berasal dari sekitar 40 ribu petani sawit swadaya bersertifikat di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 13 Juni 2026
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Pintu Masuk Kuatkan Posisi Tawar Petani
Indonesia
Pemerintah Minta Harga TBS Naik, Lindungi 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing
Mentan Amran memerintahkan perusahaan untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani minimal 10 persen.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
 Pemerintah Minta Harga TBS Naik, Lindungi 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing
Indonesia
Harga Kelapa Sawit Turun saat Nilai Minyak Mentah Dunia Naik, Polisi Duga Ada Permainan Kartel
Mengindikasikan adanya praktik yang perlu ditelusuri lebih lanjut karena harga TBS justru turun ketika berbagai indikator pasar menunjukkan tren yang positif.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Harga Kelapa Sawit Turun saat Nilai Minyak Mentah Dunia Naik, Polisi Duga Ada Permainan Kartel
Indonesia
Tidak Naikkan Harga Tandan Buah Segar Sawit, 300 Perusahaan Bakal Diperiksa Polisi
Kementerian Pertanian mencatat terdapat sekitar 270 hingga 300 perusahaan yang masih mempertahankan harga di bawah kondisi yang diharapkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Tidak Naikkan Harga Tandan Buah Segar Sawit, 300 Perusahaan Bakal Diperiksa Polisi
Lifestyle
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Karya musik digital tersebut secara gamblang mengangkat isu kondisi Papua terkini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Indonesia
Bareskrim Geledah Perusahaan Ekspor Sawit, Terkait dengan Dugaan Under Invoicing
Penyidik menduga terdapat praktik manipulasi data ekspor yang dilakukan untuk mengurangi nilai sebenarnya dari barang ekspor sawit atau under invoicing.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Bareskrim Geledah Perusahaan Ekspor Sawit, Terkait dengan Dugaan Under Invoicing
Indonesia
Harga Sawit Anjlok Usai Pembentukan DSI, DPR Minta Pemerintah Segera Intervensi
Anggota Komisi XII DPR RI mendesak pemerintah segera mengintervensi penurunan harga kelapa sawit usai pembentukan PT DSI.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Harga Sawit Anjlok Usai Pembentukan DSI, DPR Minta Pemerintah Segera Intervensi
Indonesia
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar
pemerintah menargetkan implementasi serentak B50 secara nasional pada 1 Juli 2026 setelah selesai uji coba dilakukan pada beberapa moda transportasi sejak akhir 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar
Indonesia
Lahan Transmigrasi Bakal Dibuka Buat Tambang, Sawit dan Tebu
Kementerian Transmigrasi berhasil menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan sekitar 3,2 juta hektar HPL transmigrasi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Lahan Transmigrasi Bakal Dibuka Buat Tambang, Sawit dan Tebu
Bagikan