Pasien Loncat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 06 November 2017
Pasien Loncat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Ilustrasi (Foto gettyimages)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang pasien meninggal dunia setelah terjun dari lantai empat Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Diduga, pasien berinisial SM (43) warga Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, itu bunuh diri karena penyakit yang dideritanya.

"Pasien tersebut diduga depresi terkait penyakit HIV, sehingga tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ia ditemukan tergeletak dengan kondisi mengenaskan di halaman Rumah Sakit tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Muhammad Husni Ramli seperti dilansir Antara News di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (5/11).

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sudah dirawat selama beberapa hari di RS Santo Antonius Pontianak Kota. Selama dalam masa perawatan ia juga ditemani istri dan anaknya.

"Berdasarkan keterangan dokter yang menangani selama dirawat di RS tersebut, yakni dr Petrus Hasibuan diketahui SM terindikasi mengidap HIV," kata Husni.

Pada saat korban terjun dari jendela kamar VIP 333 ruang Maria 2 lantai 4 ini, tidak ada satu pasien pun yang mengetahuinya. Kebetulan juga, istri korban sedang mencari makanan di luar dan anak korban yang menjaga pasien juga sedang berada dalam toilet.

"Melihat ruangan kosong tanpa penjagaan, korban beranjak dari tempat tidur perawatan dan kemudian meloncat dari lantai empat hingga jatuh di pekarangan Rumah Sakit Santo Antonius. Korban seketika meninggal dunia di tempat kejadian," ujarnya. (*)

"Hingga saat ini jenazah korban masih berada di UGD RS Santo Antonius," kata Husni. (*)

#Bunuh Diri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Rekan korban menerima sinyal 'SOS' itu melalui fitur jam di salah satu aplikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bagikan