Partai Gerindra Rujuk dengan Kang Emil?

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 06 Juni 2017
Partai Gerindra Rujuk dengan Kang Emil?

Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh (kiri) bersama Ridwan Kamil (ANTARA/Agus Bebeng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Partai Gerindra membuka peluang untuk Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil terkait pengusungan kandidat calon kepala daerah di Pilgub Jawa Barat asalkan pria yang akrab disapa Emil tersebut 'insaf'.

"Jadi, kalau memang Ridwan Kamil itu bisa insaf dan kembali ke jalan yang benar, maka Partai Gerindra bisa terbuka," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono, di Kota Bandung, Selasa (6/6).

Ferry mengatakan, hingga saat ini partainya masih menggodok sejumlah nama yang akan diusung dalam Pilgub Jawa Barat 2018.

Akan tetapi, kata dia, kemungkinan besar Partai Gerindra tidak akan mengusung sosok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

"Sejauh ini memang Partai Gerindra kelihatannya sudah hampir pasti tidak mendukung (Ridwan Kamil)," kata Ferry.

Menurut dia, Partai Gerindra saat ini sudah terlanjur kecewa dengan sikap Emil karena telah menerima dukungan dan telah dideklarasikan sebagai Cagub Jawa Barat 2018 dari Partai Nasdem.

Terlebih dalam dukungannya, Partai NasDem memberikan syarat khusus kepada Ridwan Kamil untuk mendukung Joko Widodo sebagai Calon Presiden 2019.

Ia menuturkan sosok Emil bisa menjadi Wali Kota Bandung dan namanya bisa sebesar saat ini salah satunya berkat jasa Partai Gerindra.

"Untuk Ridwan Kamil, alangkah baiknya sebelum lakukan deklarasi dengan Nasdem meski itu haknya, tapi akan jauh fatsun dan etika kalau beliau kasih tahu Gerindra dan pak Prabowo sehingga nggak ada penafsiran," kata Ferry.

"Namun ini kan tiba-tiba Nasdem, apalagi ada klausul ada dukung Jokowi 2019, padahal belum tentu Jokowi kepilih lagi. Ini sangat menganggu perasaan kami bahwa ada klausul seperti itu dan disetujui oleh pak Ridwan Kamil," lanjut dia.

Lebih lanjut ia menuturkan Partai Gerindra juga mengetahui bahwa alasan Ridwan Kamil mau dipinang sebagai Cagub Jawa Barat oleh Partai Nasdem karena ada 'intimidasi' atau 'tekanan'.

"Tekanannya melalui kasus-kasus beliau (Ridwan Kamil yang ada di Kejaksaan Agung), seperti yang sudah kita nonton melalui video yang viral tentang pernyataan pribadi pak Emil. Di dalam video itu, pak Emil bilang Nasdem mempunyai kejaksaan dan lain sebagainya, ini sudah dikonfirmasi sendiri oleh pak Ridwan Kamil," ujarnya.

Sumber: ANTARA

#Pilgub Jabar #Ridwan Kamil #Partai Gerindra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Budisatrio berterima kasih kepada seluruh kader maupun tim ahli anggota DPR RI Fraksi Gerindra yang sudah setia mengawal kinerja para legislator di DPR.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Indonesia
Aset Ridwan Kamil Banyak Tidak Masuk LHKPN, KPK Ibaratkan Kepingan Puzzle
KPK mengusut asal-usul sejumlah aset milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) yang tidak dilaporkan dalam LHKPN.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Aset Ridwan Kamil Banyak Tidak Masuk LHKPN, KPK Ibaratkan Kepingan Puzzle
Bagikan