MerahPutih.com - Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku belum membicarakan soal jatah menteri kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pohaknya masih fokus mengurus rekapitulasi suara. Sekaligus bersiap-siap menghadapi perselisihan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca juga:
Airlangga Minta Jatah Golkar Minimal 5 Menteri di Kabinet Prabowo
"Rekapitulasi ini tinggal sebentar lagi. Setelah itu, kita belum bisa tenang-tenang. Masih harus berjuang lagi di MK. Mengamankan suara pilpres dan pileg," kata Saleh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).
"Khusus PAN, ada beberapa dapil yang kami siapkan untuk menggugat. Data dan bukti sudah dikumpulkan. Sudah siap didaftarkan ke MK," sambung dia.
Menurut Saleh, urusan jatah menteri adalah urusan bersama mitra koalisi. Terutama yang pada Pilpres 2024 memberikan tiket bersama kepada Prabowo-Gibran.
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menekankan semua partai memiliki peran strategis. Termasuk dalam memenangkan Prabowo-Gibran.
"Alangkah indahnya, penetapan jatah menteri didasarkan atas kesepakatan bersama. Sebab, di parlemen pun nanti, semua koalisi pasti akan memiliki peran masing-masing. Prinsipnya, harus sama-sama. Tidak boleh ada yang ditinggalkan," imbuhnya.
Baca juga:
Menteri PANRB: Kerja ASN selama Puasa 32 Jam 30 Menit dalam Sepekan
Dalam konteks ini, PAN meyakini bahwa Prabowo-Gibran akan mengambil tindakan yang bijaksana. Memberikan penilaian objektif kepada semua partai koalisi.
"Prabowo tiga kali menjadi capres. Nah, baru yang ketiga ini tembus. Selama tiga kali itu, PAN selalu menjadi pendukung utama. Tidak pernah pindah dukungan. Bahkan, Prabowo pernah berpasangan dengan Hatta Rajasa, ketua umum PAN," ungkapnya.
Apalagi, pencalonan Prabowo sudah melalui jalan yang sangat panjang. "Kalau dari sisi historis ini, PAN bisa saja berharap lebih. Selama ini, duka lara sudah sama-sama dihadapi. Giliran dapat suka cita, ya diharapkan tetap bersama. Ini poin penting yang juga perlu diingatkan," lanjut dia.
Namun demikian, kata Saleh, persoalan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Karena itu, PAN akan menghormati keputusan yang akan diambil oleh Prabowo.
Baca juga:
Joe Biden Ucapkan Selamat ke Prabowo, AS Dinilai akan Prioritaskan Indonesia
Sebab, kebersamaan tidak hanya soal kekuasaan saja. Hal itu sudah terbukti, pada periode pertama Presiden Jokowi, PAN juga konsisten ikut sebagai bagian dari partai yang berada di luar pemerintahan bersama dengan Gerindra.
"Urusan ini nanti ajalah. Sekarang kita fokus selesaikan semua tahapan pemilu. Yang penting, kebersamaan harus tetap dikokohkan," pungkasnya. (Pon)