Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pagebluk COVID-19 Momentun Jadikan Rumah Sebagai Pusat Kegiatan Ibadah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 13 April 2020
Pagebluk COVID-19 Momentun Jadikan Rumah Sebagai Pusat Kegiatan Ibadah

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh. (Channel Youtube BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan wabah COVID-19 merupakan momentum untuk menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan ibadah saat Ramadhan.

"COVID-19 membuat kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan saat Ramadhan perlu diadaptasi. Pembatasan kerumunan bukan berarti pembatasan ibadah," kata Ni'am saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Senin (13/4).

Baca Juga

Imbau tidak Salat Berjamaah, MUI Tegaskan Bukan Larang Beribadah

Ni'am mengatakan Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan umat Islam untuk menerangi rumah dengan shalat, membaca Al Quran, maupun ibadah lain agar tidak gelap seperti kuburan.

Ramadhan 1441 H akan terjadi pergeseran kebiasaan beribadah. Meskipun adzan tetap dikumandangkan di masjid, tetapi ibadah-ibadah Ramadhan dilakukan di rumah.

"Hikmah wabah COVID-19 hari ini, rumah kita akan menjadi terang dengan shalat, membaca Al Quran, dan ibadah lain di dalam rumah," tuturnya.

Sekretaris Komisi Fatwa  MUI Asrorun  Niam Sholeh dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di BNPB, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). ANTARA/Aji Cakti
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di BNPB, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). ANTARA/Aji Cakti

Begitu pun dengan kegiatan-kegiatan lain yang lazim dilakukan saat Ramadhan, juga bisa tetap dilakukan dengan cara lain dengan memanfaatkan teknologi.

"Biasanya buka bersama, kita ganti dengan mengirimkan makanan ke rumah-rumah mereka yang membutuhkan. Pengajian-pengajian di masjid, kita ubah dengan pengajian secara daring bersama ustadz-ustadz yang terpercaya," katanya dikutip Antara.

Baca Juga

Utamakan Keselamatan Orang Banyak, MUI Imbau Umat Muslim tidak Mudik

Ni'am juga mengingatkan umat Islam untuk tetap berpuasa dengan benar meskipun hanya di dalam rumah dengan makan sahur dan berbuka secukupnya.

"Puasa adalah benteng dari paparan COVID-19. Puasa akan meningkatkan kesehatan. Berpuasa dengan benar akan meningkatkan imunitas tubuh kita dari virus corona," katanya. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan