Telusur Luak Limopuluah

Padang Mengatas: Wisata Peternakan Sapi Peninggalan Kompeni

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 26 November 2018
Padang Mengatas: Wisata Peternakan Sapi Peninggalan Kompeni

Suasana di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Instagram/@bptuhpt_padangmengatas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADANG Mangateh, begitulah penduduk setempat menyebutnya. Daerah yang terletak di pinggir Kota Payakumbuh, Sumatera Barat ini memiliki sebuah tempat wisata nan cantik. Pemandangan padang rumput hijau dan ribuan sapi yang berkeliaran seakan menarik kita jauh ke suasana Desa Hobbiton yang terletak di Matamata, North Island – New Zealand. Banyak yang menyebutnya begitu.

Bagi sahabat MP yang tertarik untuk berwisata sembari menikmati suasana sejuk perdesaan, Padang Mengatas adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Selain akses menuju lokasi yang gampang, tempat wisata ini juga menyediakan penginapan bagi yang ingin tinggal sejenak, baik itu bersama keluarga mau pun rombongan.

Layaknya tempat wisata pada umumnya, Padang Mengatas juga menyajikan banyak hal asik yang bisa dinikmati pengunjung jika bertandang ke tempatnya.

1. Keindahan alam di Padang Mengatas seperti di New Zealand

Suasan di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Instagram/@nurulhidayat2011)
Suasana di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Foto: Instagram@janet_delia)

Lokasinya yang terletak di pinggang Gunung Sago, spontan kamu bisa langsung nikmati dan melihat panorama Kota Payakumbuh yang berbukit-bukit saat cuaca cerah. Saat pagi dan sore kamu juga bisa menyaksikan keindahan sunrise dan sunset di antara hamparan alam pegunungan dan bukit-bukit yang mengelilingi peternakan ini.

Pemandangan cantik yang ada pada hamparan padang rumput yang luasnya lebih kurang 280 hektar ini bisa juga kamu gunakan sebagai foto prawedding bersama pasangannya. Spot-spot selfie dengan latar belakang sapi, pepohonan di tengah padang rumput juga bertaburan layaknya sapi di tempat ini.

Bagi yang cinta olahraga, pagi hari kamu langsung bisa lari-lari keci di jalan lurus yang membelah padang rumput Padang Mengatas ini.

2. Wisata di Padang Mengatas harus booking via online

Suasan di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Instagram/@nurulhidayat2011)
Suasana di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Goto: Instagram@nurulhidayat2011)

Untuk berwisata dan menginap di Padang Mengatas kamu harus mem-booking tempat terlebih dahulu. Mengingat, lokasi ini juga merupakan Balai Pembibitan Ternak Unggul Dan Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas (BPTU-HPT) untuk masuk ke sini kamu perlu meminta izin terlebih dahulu.

Tapi jangan khawatir, BPTU Padang Mengatas sudah menyediakan surat izin masuk secara oline dan praktis. Cara mendaftarnya cukup klik link 'di sini' dan isi formulir yang telah disediakan. Kamu bisa memesan beserta penginapan juga di sini.

3. Menuju Padang Mengatas tidaklah sulit

Suasan di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Instagram/@denzipur2ps)
Suasana di objek wisata Padang Mengatas, Payakumbuh. (Foto: Instagram@denzipur2ps)

Bagi wisatawan yang menggunakan jalur udara, kamu bisa langsung menyewa mobil menuju lokasi dari Bandara Internasional Minangkabau. Pastikan, sebelum berangkat ke sini, kamu sudah harus memiliki izin untuk memasuki lokasi. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, ambil saja perjalanan menuju ke arah Batang Tabik dengan pedoman sebuah tugu Adi Pura di pasar Payakumbuh.

Dari Tugu Adi Pura, teruslah lanjutkan perjalanan melewati Jembatan Ratapan Ibu (Pasar Ibuah). Tidak jauh dari sini kamu akan melihat bundaran, namanya Labuah Silang. Lurus saja terus ke arah Batang Tabik. Jika sudah melihat Pemandian Batang Tabik di sebelah kanan jalan, teruskanlah sedikit lagi. Nanti sebelah kanan ada Simpang Puskesmas Mungo sebagai tanda belok ke lokasi. Belok dan kamu sampai di lokasi.

4. Peternakan Padang Mengatas sudah ada sejak zaman kolonial

Payokumbuh tempo dulu. (Foto/http://lubukalung.bubututama.com)
Payakumbuh tempo dulu. (Foto: lubukalung.bubututama.com)

Sebelum menjadi tempat wisata yang populer, Padang Mengatas sejatinya adalah sebuah lokasi yang dibuat khusus untuk peternakan yang diberi nama BPTU-HPT. Tempat ini sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya, pada 1916. Peternakan ini didirikan oleh Belanda

Awal kelahirannya peternakan ini belum menjadikan sapi untuk fokus utama peternakan. Pemerintahan Hindia Belanda pada saat itu lebih memilih kuda. Sapi baru mulai di ternakkan mulai tahun 1936. Sapi di datangkan langsung dari Benggala, India. Jenis sapinya yaitu sapi Zebu.

Peternakan ini pernah hampir tutup karena situasi dan keadaan pada saat itu. Pada tahun 1950, Dr. Mohammad Hatta yang merupakan salah satu putra terbaik Sumatera Barat, pada saat itu menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, melakukan pembenahan terhadap peternakan ini.

Beliau menjadikan peternakan ini sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah yang diberi nama ITT (Induk Taman Ternak) Padang Mengatas pada tahun 1951 sampai 1953. ITT Padang Mengatas ini menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara pada tahun 1955. Hewan yang dipelihara saat itu yaitu kuda, sapi, kambing dan ayam.

Seiring berjalannya waktu, Padang Mengatas agak terlupakan. Pada tahun 1958-1961, peternakan ini berubah menjadi lokasi basis pertahanan PRRI dan mengakibatkan ITT Padang Mengatas rusak berat. Pemerintah Daerah Sumatera Barat kembali melakukan pembenahan dan perbaikan pada tahun 1961.

Pada tahun 1973-1974, Pemerintah Jerman melakukan penelitian dengan membuat kajian tentang ITT Padang Mengatas. Akhirnya pada tahun 1974 – 1978 terciptalah sebuah kerjasama untuk renovasi dan pembangunan kembali ITT Padang Mengatas antara Pemerintah Jerman dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui sebuah proyek yang diberi nama Proyek Agriculture Development Project (ADP).

ITT Padang Mengatas berubah menjadi Balai Pembibitan Ternak – Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) pada tahun 1978, setelah proyek ADP berakhir dan diserahkan kepada Departemen Pertanian dengan SK Menteri Pertanian RI No. 313/Kpts/Org/1978 dengan wilayah kerja 3 propinsi yaitu Sumbar, Riau, dan Jambi. Untuk biaya BPT-HMT pada saat itu ditanggung oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat dan Pemerintah RI.

Biaya pengelolaan BPT-HMT diambil alih oleh Pemerintah RI pada tahun 1985 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.292/Kpts/OT.210/4/2002 tanggal 16 April 2002 berubah nama menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mengatas dengan wilayah kerja meliputi seluruh propinsi di Indonesia. (*)

#Wisatawan #Sumatera Barat #Padang Mengatas #Telusur Luak Limopuluah
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
10 Tujuan Favorit Wisatawan Asing Dengan Menggunakan Kereta Api
Konektivitas antarkota yang terhubung langsung dengan kawasan wisata memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi global, sekaligus memastikan belanja wisatawan mancanegara tersebar ke berbagai daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tujuan Favorit Wisatawan Asing Dengan Menggunakan Kereta Api
Indonesia
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Tindakan tersebut dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diusut hingga ke akar permasalahannya.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Indonesia
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Indonesia
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Setidaknya ada 200 orang mengungsi ke musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Indonesia
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
Hingga saat ini arus Natal dan Tahun Baru terpantau cukup terkendali. Sekitar 64 persen masyarakat telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
Indonesia
Tim SAR Cari 4 Warga Spanyol Dilaporkan Tenggelam di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo
Kementerian Perhubungan juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya kecelakaan kapal tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Tim SAR Cari 4 Warga Spanyol Dilaporkan Tenggelam di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo
Indonesia
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Hutan di Sumatera Barat kini kian menyusut. DPR pun mendesak adanya rehabilitasi Hutan Bukit Barisan.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Indonesia
Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan
Ada tujuh titik yang belum dialiri listrik, 6 di antaranya Kabupaten Agam dan satu di Kabupaten Pesisir Selatan
Frengky Aruan - Minggu, 07 Desember 2025
Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan
Indonesia
Sungai di Agam Sumbar Meluap Lagi, Jembatan Darurat Buatan TNI-Polri Hanyut
Jembatan darurat itu hanyut terbawa arus akibat hujan deras yang berlangsung sekitar satu jam membuat air sungai langsung membesar.
Wisnu Cipto - Sabtu, 06 Desember 2025
Sungai di Agam Sumbar Meluap Lagi, Jembatan Darurat Buatan TNI-Polri Hanyut
Indonesia
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis
Kecamatan Baso dan Kecamatan Canduang di Kabupaten Agam menjadi dua daerah yang terpapar kabut abu vulkanis ini.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Desember 2025
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis
Bagikan