Relasi

Kesempatan Kedua setelah Selingkuh, Adakah?

annehsannehs - Sabtu, 14 November 2020
Kesempatan Kedua setelah Selingkuh, Adakah?

Semua orang pantas menerima kesempatan kedua. (Foto- Pixabay/Candid Shots)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT teman-teman dan keluarga mengetahui bahwa pacarmu selingkuh, saran dari mereka pasti adalah untuk mengakhiri hubungamu dengannya, apapun keadaannya.

Meski begitu, kadang ada beberapa situasi dimana seseorang pantas mendapatkan kesempatan kedua. Situasi orang berbeda-beda, dan terkadang kamu harus menyegarkan pikiran dan mencari tahu alasan mengapa pasanganmu selingkuh untuk mempertimbangkan apakah ia pantas untuk diterima kembali ke pelukanmu atau tidak.

Baca juga:

3 Tanda Pacar Sedang Gaslighting Kamu

1. Saat hendak mengambil keputusan besar

Cari tahu mengapa pasanganmu bisa selingkuh. (Foto- Pixabay/Stock Snap)
Cari tahu mengapa pasanganmu bisa selingkuh. (Foto- Pixabay/Stock Snap)

Jika kamu dan dia hendak mengambil keputusan yang besar seperti tunangan atau menikah, biasanya banyak orang yang takut dan panik. Scott Kudia, PhD, mengatakan kepada Cosmopolitan bahwa biasanya orang yang setia bisa merasa panik dan melakukan hal yang bodoh sebelum memulai komitmen.

Anehnya, bisa jadi aksi ini adalah tanda bahwa ia serius mengenai masa depan bersamamu. Alasan dia selingkuh adalah dia percaya bahwa kamu dan dia akan bersama-sama selamanya sehingga setidaknya ia ingin 'bermain-main' untuk terakhir kalinya.

Meski begitu, bukan berarti ia tidak mungkin selingkuh lagi lo. Jika dalam hatimu kamu merasa dia bukan orang yang setia, jangan sampai kamu menghabiskan waktu dengan orang yang salah.

Baca juga:

Ganti 4 Kebiasaan Buruk Pacaran Ala Gen Z dengan Cara 'Old Fashioned'

2. Mengaku selingkuh duluan sebelum ketahuan

Semua orang pantas menerima kesempatan kedua. (Foto- Pixabay/Candid Shots)
Semua orang pantas menerima kesempatan kedua. (Foto- Pixabay/Candid Shots)

Di sisi lain, beda ceritanya jika pasanganmu tiba-tiba mengakui bahwa dia telah selingkuh. Kamu setidaknya harus bisa menghargai keberaniannya dalam berkata jujur, apalagi urusan yang serius seperti ini.

"Fakta bahwa ia mengakui (perselingkuhan) adalah tanda yang sangat jelas. Dan tanda tersebut sangatlah bagus. Lihatlah pengakuan tersebut sebagai 'tangisan meminta bantuan'," ungkap Kudia.

Pengakuan tersebut artinya dia tidak ingin melakukannya lagi, dia kapok, dan dia tertekan ketika ia selingkuh. Jika kamu menerimanya kembali, berikan beberapa aturan versi kamu sendiri untuk mendapatkan kepercayaanmu kembali.

Jika ia menepati janjinya dan berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaanmu kembali, bisa jadi ia benar-benar menghargaimu dan akan melakukan apapun demi hubungan antara kamu dan dia.

3. Sedang dalam masalah

Kejujuran kunci hubungan langgeng. (Foto: Unsplash/Milan Popovic)
Kejujuran kunci hubungan langgeng. (Foto: Unsplash/Milan Popovic)

Terakhir, jika kekasihmu sedang berada pada masa-masa yang sulit, kemungkinan ia akan melakukan hal bodoh seperti menyelingkuhi orang yang ia cintai.

"Laki-laki cenderung selingkuh ketika stres, karena mereka memiliki 'alat' yang lebih sedikit untuk mengekspresikan emosi", ungkap William July, PhD kepada Cosmopolitan.

July menambahkan bahwa cara laki-laki mengekspresikan diri biasanya terbatas pada kemarahan dan hubungan seksual.

Mesk begitu, segala perselingkuhan adalah hal yang salah. Semua orang memiliki batas toleransi masing-masing dan tiap hubungan pun mengandung makna yang berbeda-beda tiap orang. Tidak ada keputusan yang salah atau benar, maka ambilah keputusan yang paling membuatmu nyaman dan bahagia. (SHN)

BACA JUGA:

3 Hal yang Tidak Perlu Dibicarakan ke Pacar

#Relasi #Relationship #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan