Orang yang Tak Pakai Masker di Tempat Umum Kini Dianggap Aneh

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 05 Juni 2020
Orang yang Tak Pakai Masker di Tempat Umum Kini Dianggap Aneh

Bupati Pati Haryanto saat memberikan masker kepada pengendara yang tidak memakai masker di Juwana, Pati, Rabu (3/6/2020). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto meminta masyarakat berinisiatif menjaga kesehatan untuk diri sendiri dan orang lain. Di sisi lain, masyarakat juga harus kembali produktif.

"Ini pokok-pokok yang jadi perhatian bersama," kata Yurianto kepada wartawan, Kamis (4/6).

Baca Juga:

Update Corona di DKI Kamis (4/6): 7.601 Positif, 2.608 Orang Sembuh

Yuri mengingatkan virus corona harus dihadapi secara bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk bergotong-royong mencegah COVID-19.

"Yakini kita punya potensi membawa bibit penyakit, segera ganti baju, mandi yang bersih, baru interaksi dengan keluarga," kata eks dokter militer berpangkat kolonel itu.

Ia berujar, orang memakai masker saat ini adalah hal yang baik menuju fase new normal.

Sebaliknya, apabila ada orang yang tak memakai masker saat berada di luar rumah, maka akan menjadi perhatian.

Sekarang bukan jadi pemandangan aneh manakala orang pakai masker di luar rumah, namun akan menjadi perhatian banyak orang ketika ada orang enggak pakai masker di luar rumah.

"Ini perubahan yang kita inginkan," jelas pria yang akrab disapa Yuri itu.

ilustrasi Petugas kepolisian mendisplinkan warga memakai masker. (ANTARA/Roly Supriadi)
Ilustrasi - Petugas kepolisian mendisplinkan warga memakai masker. (ANTARA/Roly Supriadi)

“Inilah tata kehidupan baru yang sebenarnya ingin kita ciptakan sehingga menaati dengan disiplin protokol kesehatan itu bentuk konkret dari upaya untuk mencegah tertular COVID-19," imbuh dia.

Yuri mengatakan, masyarakat saat ini mulai terbiasa dan tak panik dalam menghadapi pandemi virus corona. Bahkan menurutnya, saat ini masyarakat akan merasa kecewa dengan orang-orang yang tak mematuhi protokol pencegahan virus corona.

Yuri pun berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap sesamanya dalam menghadapi pandemi virus corona, sehingga menjadi pihak yang mengontrol penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

“Gambaran ini pelan tapi pasti kita harapkan terjadi sehingga masyarakat bisa jadi kontrol bagi masyarakatnya sendiri untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan. Kesadaran ini kita harapkan dan kita yakini semakin hari semakin jadi lebih baik," pungkas Yuri.

Baca Juga:

Kasus Kematian Tinggi Akibat Corona Didominasi Jakarta dan Jatim

Hingga Kamis (4/6), pemerintah sudah memeriksa 367.640 spesimen dari 251.736 orang terkait virus corona (Covid-19). Adapun satu orang bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali.

Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) ataupun tes cepat molekuler (TCM).

Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 28.818 orang dinyatakan positif dan 222.918 orang dinyatakan negatif Covid-19.

Sedangkan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 8.892. Angka itu merupakan akumulasi tambahan kasus sembuh sebanyak 486 orang selama 24 jam terakhir.

Pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali dinyatakan negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR) sehingga total 8.892 orang sembuh dari Covid-19. (Knu)

Baca Juga:

Kebiasaan Anyar, Jadi Jurus Banyuwangi Atasi COVID-19

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan