MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto meminta masyarakat berinisiatif menjaga kesehatan untuk diri sendiri dan orang lain. Di sisi lain, masyarakat juga harus kembali produktif.
"Ini pokok-pokok yang jadi perhatian bersama," kata Yurianto kepada wartawan, Kamis (4/6).
Baca Juga:
Update Corona di DKI Kamis (4/6): 7.601 Positif, 2.608 Orang Sembuh
Yuri mengingatkan virus corona harus dihadapi secara bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk bergotong-royong mencegah COVID-19.
"Yakini kita punya potensi membawa bibit penyakit, segera ganti baju, mandi yang bersih, baru interaksi dengan keluarga," kata eks dokter militer berpangkat kolonel itu.
Ia berujar, orang memakai masker saat ini adalah hal yang baik menuju fase new normal.
Sebaliknya, apabila ada orang yang tak memakai masker saat berada di luar rumah, maka akan menjadi perhatian.
Sekarang bukan jadi pemandangan aneh manakala orang pakai masker di luar rumah, namun akan menjadi perhatian banyak orang ketika ada orang enggak pakai masker di luar rumah.
"Ini perubahan yang kita inginkan," jelas pria yang akrab disapa Yuri itu.
“Inilah tata kehidupan baru yang sebenarnya ingin kita ciptakan sehingga menaati dengan disiplin protokol kesehatan itu bentuk konkret dari upaya untuk mencegah tertular COVID-19," imbuh dia.
Yuri mengatakan, masyarakat saat ini mulai terbiasa dan tak panik dalam menghadapi pandemi virus corona. Bahkan menurutnya, saat ini masyarakat akan merasa kecewa dengan orang-orang yang tak mematuhi protokol pencegahan virus corona.
Yuri pun berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap sesamanya dalam menghadapi pandemi virus corona, sehingga menjadi pihak yang mengontrol penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona.
“Gambaran ini pelan tapi pasti kita harapkan terjadi sehingga masyarakat bisa jadi kontrol bagi masyarakatnya sendiri untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan. Kesadaran ini kita harapkan dan kita yakini semakin hari semakin jadi lebih baik," pungkas Yuri.
Baca Juga:
Kasus Kematian Tinggi Akibat Corona Didominasi Jakarta dan Jatim
Hingga Kamis (4/6), pemerintah sudah memeriksa 367.640 spesimen dari 251.736 orang terkait virus corona (Covid-19). Adapun satu orang bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali.
Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) ataupun tes cepat molekuler (TCM).
Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 28.818 orang dinyatakan positif dan 222.918 orang dinyatakan negatif Covid-19.
Sedangkan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 8.892. Angka itu merupakan akumulasi tambahan kasus sembuh sebanyak 486 orang selama 24 jam terakhir.
Pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali dinyatakan negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR) sehingga total 8.892 orang sembuh dari Covid-19. (Knu)
Baca Juga: