Orang Tua Afif Minta Komisi III Tuntaskan Kasus Anaknya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 06 Agustus 2024
Orang Tua Afif Minta Komisi III Tuntaskan Kasus Anaknya

Keluarga Afif Maulana saat mengadu ke DPR (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Orang tua Afif Maulana (13) yang meninggal diduga dianiaya pihak kepolisian meminta Komisi III DPR RI mengusut kasus kematian anaknya hingga tuntas.

Ayah Afif, Afrinaldi meminta komisi hukum DPR mengusut lantaran dirinya menduga Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengulur kasus tersebut terus-menerus.

"Saya cuma ingin menyampaikan, tolong bantu kami Pak. Karena yang saya lihat dan rasa, kepolisian seakan mengulur mengusut kasus ini," ujar Afrinaldi dalam audiensi bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/8).

Baca juga:

Keluarga Almarhum Afif Maulana Mengadu ke Komisi III DPR Ajukan Ekshumasi

Ia mengaku sempat menghadirkan dua orang saksi dalam kasus yang membuat nyawa anaknya hilang, namun kasus tersebut tak kunjung naik ke penyidikan.

"Saat saksi sudah kami hadirkan ada dua orang yang melihat, bahkan sampai saat ini belum ditingkatkan kasusnya ke penyidikan. Karena itu, kita minta dibantu Pak," tuturnya.

Ia mengaku tidak akan bisa tenang sebelum pelakunya tertangkap. Dirinya juga berharap Afif mendapat dapat keadilan dan kematiannya menjadi jelas.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Afif bernama Anggun turut menangis mengenang anaknya kala menyampaikan permohonan kepada Komisi III untuk mengusut kasus tersebut.

Anggun mengaku tidak akan mengikhlaskan Afif jika pelaku pembunuhan tidak diadili oleh hukum. Dirinya juga meminta pelaku penganiaya Afif diungkap.

"Saya mohon kepada bapak Komisi III mengusut kasus Afif seadil-adilnya. Saya tidak ikhlas dan tidak bisa menerima kalau pelaku penganiaya Afif belum terungkap. Saya mohon," ujar Anggun.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong ekshumasi Afif. Ia berjanji bakal mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

"Jadi tujuan utamanya bagaimana ekshumasi itu dijalankan, itu akan kita kawal kasusnya," ujar Dasco.

Dasco mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Polda Sumatera Barat (Sumbar) guna menerbitkan surat ekshumasi dan diberikan kepada keluarga Afif dan Komisi III DPR.

"Salinan surat sudah di Whatsapp ke saya, tapi saya minta agar surat itu diberikan langsung ke komisi III dan keluarga korban," tuturnya.

Baca juga:

Komnas HAM Diminta Bantu Ekshumasi Jenazah Afif Maulana

Selain itu, ia juga meminta seorang dokter yang diduga mengautopsi tubuh Afif turut memberi keterangan atas kematian anak tersebut.

"Jadi ini kemudian soal ekshumasi dan lain-lain, ada saya minta dokter luar yang katanya mengautopsi memberi keterangan singkat," kata dia.

Dasco menegaskan masalah yang paling penting dilakukan saat inu adalah ekshumasi. Ia minta pihak Polda Sumbar mengeluarkan surat ekshumasi agar tidak ada prasangka buruk.

"Agar tidak ada prasangka bahwa Polda Sumbar tidak merespons atau tidak terbuka tehadap masalah ini," pungkasnya. (Pon)

#Afif Maulana #Pembunuhan #Kasus Pembunuhan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Jahat Banget deh, Perempuan Australia Campurkan Racun Siput ke Kari Rekan Kerja
Terdakwa, yang memiliki hubungan asmara dengan korban, telah didakwa atas tuduhan membahayakan nyawa, kesehatan, atau keselamatan orang lain.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Jahat Banget deh, Perempuan Australia Campurkan Racun Siput ke Kari Rekan Kerja
Indonesia
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Pada Jumat (2/10) pukul 01.11 waktu Malaysia, MKA diamankan Tim E3 Special Branch PDRM Bukit Aman bersama IPK Selangor dan IPD Sungai Buloh.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati, Sang Anak Terpaksa Menikah di Depan Jenazah
Pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang tewas ditembak polisi karena melawan. Simak juga kisah haru sang anak yang terpaksa menikah di depan jenazah orang tuanya.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Oktober 2026
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati, Sang Anak Terpaksa Menikah di Depan Jenazah
Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Indonesia
Polda Periksa Staf Kejagung Febrio Terkait Kematian Sutrimo ART Eks Jampidus, Apa Perannya?
Polda Metro Jaya memastikan akan memeriksa pegawai Kejagung Febrio Adiono terkait kasus kematian Sutrimo, ART eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Polda Periksa Staf Kejagung Febrio Terkait Kematian Sutrimo ART Eks Jampidus, Apa Perannya?
Indonesia
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian eks ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke tahap penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah S.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Indonesia
Taufik Hidayat Ganti Gaya Rambut Saat Ditangkap Polisi, Begini Tampang Terbarunya
Foto terkini pascapenangkapan yang didapat Merahputih.com memperlihatkan perubahan mencolok pada penampilan fisik Taufik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Taufik Hidayat Ganti Gaya Rambut Saat Ditangkap Polisi, Begini Tampang Terbarunya
Indonesia
2 Tentara Pembunuh Kacab BRI Divonis Bayar Restitusi Rp 1,25 M, Keluarga Korban Desak Oditur Tetap Banding
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan pidana tambahan kepada dua pelaku membayar restitusi masing-masing Rp 500 dan Rp 750 juta kepada keluarga korban pembunuhan Kacab BRI.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
2 Tentara Pembunuh Kacab BRI Divonis Bayar Restitusi Rp 1,25 M, Keluarga Korban Desak Oditur Tetap Banding
Indonesia
Vonis Sidang Militer Pembunuhan Kacab BRI: Serka M Nasir Dibui 13 Tahun, Serka Frengky Kena 1 Tahun
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Serka Nasir, 7 tahun untuk Kopda Feri, dan 1 tahun untuk Serka Frengky dalam kasus pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Vonis Sidang Militer Pembunuhan Kacab BRI: Serka M Nasir Dibui 13 Tahun, Serka Frengky Kena 1 Tahun
Indonesia
Komisi III DPR Minta Woodyrman Pembunuh WN Brunei Segera Dideportasi dan Dicekal Masuk Indonesia
Menurut Sahroni, proses deportasi perlu segera dilakukan agar pelaku dapat diproses hukum di negara asalnya.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Komisi III DPR Minta Woodyrman Pembunuh WN Brunei Segera Dideportasi dan Dicekal Masuk Indonesia
Bagikan