Kesehatan

Orang-Orang Ini Berfantasi saat Orgasme

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 20 September 2020
Orang-Orang Ini Berfantasi saat Orgasme

Beberapa orang melihat warna-warna saat orgasme. (unsplash/frostroomhead)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORGASME tak hanya memberikan kenyamanan. Beberapa orang bisa mengalami hal tertentu dan unik ketika berhasil mencapai puncak kenikmatan bercinta ini. Banyak orang yang langsung berfantasi saat orgasme.

"Mata saya terpejam, dan saya mulai melihat bentuk oval berwarna oranye merah muda terang di depan saya, seperti matahari terbit," kata Connie Arlanda, menceritakan pengalamannya saat orgasme kepada VICE.

Baca juga:

Kurang Stimulasi Jangan Harap Bisa Orgasme

VICE menjelaskan pengalaman yang dialami Arlanda adalah sinestesia seksual, fenomena langka di mana rangsangan seksual memicu persepsi sensorik, termasuk visual, bahkan aroma, penciuman, dan rasa.

Sinestesia seksual hanyalah salah satu bentuk sinestesia. Menurut Live Science, sinestesia merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan otak memproses data berupa beberapa indera sekaligus.

Orang yang memiliki kondisi ini disebut synesthetes, mereka bisa mendengar warna, merasakan suara dan bentuk rasa.

Bahkan, Bustle menuliskan beberapa orang yang orgasme memiliki sebuah visi seperti mimpi singkat. Mungkin pada mimpi itu ada narasi dengan sedikit hubungan dengan kenyataan, atau tidak.

Beberapa orang bahkan memiliki visi atau mimpi singkat saat orgasme. (Foto: unsplash/alexagorn)

"Manusia kadal membuat kesepakatan diplomatik dengan beruang kutub yang sepenuhnya sadar menggunakan robot agar-agar dengan banyak mulut," cerita Tammy, mengenai pengalamannya berorgasme dengan sinestesia.

Jadi tidak hanya saat berorgasme, ini berdampak pada keseharian mereka. Scientific American memberi contoh, saat kamu makan ayam, apakah rasanya runcing atau bulat?

Ketika kamu membaca koran atau mendengarkan seseorang berbicara, apakah kamu melihat warna-warni pelangi? Kalau kamu memiliki pengalaman yang mirip, kamu memiliki sinestesia.

"Ini bukanlah kondisi yang membutuhkan perawatan," kata Clare Jonas, seorang peneliti dan komunikator sains dengan fokus pada psikologi sinestesia.

Jonas mengatakan bagi sebagian besar synesthetes yang pernah ia ajak bicara, sinestesia itu bersifat netral dan menyenangkan menyenangkan. Kondisi ini dapat memberikan manfaat memori yang lebih baik dan peningkatan kreativitas.

Baca juga:

Pasti Orgasme, Bercinta Ala '50 Shades of Grey'

Sebuah studi terhadap 19 orang di Frontiers in Psychology menemukan bahwa bagi orang-orang dengan bentuk seksual sinestesia, seks lebih bersifat spiritual. Mereka melaporkan lebih banyak perasaan "ketidakterbatasan samudera" dan "restrukturisasi visioner" daripada kontrol.

Tidak hanya untuk kepuasan, synesthetes bisa menganggap seks menjadi hal yang meditatif. (unsplash/annhwa)

Salah satu narasumber Bustle, Ashley, bahkan mengatakan pendapatnya yang lebih dalam. "Saat berorgasme, saya merasa lebih dekat dengan Tuhan dan dunia lain," ujarnya.

Masih banyak hal yang perlu dipelajari mengenai otak manusia. (Foto: unsplash/natcon773)

Meskipun pengalaman semacam ini pada awalnya bisa menjadi positif, Zedler, salah satu rekan penulis studi 2013, mengatakan mungkin ada hal ini bisa membuat seseorang tidak nyaman. Terutama pada orang-orang yang lebih spiritual.

"Seseorang yang menikmati seks lebih mendalam sangat dekat dengan dirinya sendiri," kata Zedler. Ini bisa menyebabkan sedikit kerugian karena kadang-kadang mereka tidak cukup sadar akan pasangan mereka yang tidak memiliki sinestesia. Seks pun tidak jadi memuaskan.

Penyebab sinestesia masih belum diketahui. Beberapa ilmuwan berpendapat setiap orang dilahirkan sinestetik, tetapi lintasan perkembangan menyebabkan area otak yang sangat saling berhubungan ini menjadi jauh lebih terpisah.

Mereka juga tidak tahu mengapa synesthetes mempertahankan beberapa koneksi anomali ini. Penentu biologis mungkin menjadi faktor, karena kondisinya cenderung menjadi turunan dari keluarga. Selain itu, hampir enam kali lebih banyak perempuan daripada pria yang melaporkan memiliki sinestesia.

Apa pun itu, kondisi ini memberikan para ilmuwan saraf kognitif kesempatan unik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana otak menciptakan realitas perseptual kita. Intinya, cara kerja otak manusia amat luar biasa. (lev)

Baca juga:

C-Spot atau G-Spot, Manakah yang Buat Perempuan Mudah Orgasme?

#Seks #Orgasme #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan