Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Orang dalam Pemantauan COVID-19 Capai Angka 176 Ribu

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 18 April 2020
Orang dalam Pemantauan COVID-19 Capai Angka 176 Ribu

Ilustrasi - Lokasi tempat pemakaman jenazah COVID-19 kota Metro. ANTARA/Hendra Kurniawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah memperbarui jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona di Indonesia. Angka itu terus bertambah.

Per Sabtu (18/4), jumlah ODP di seluruh Indonesia tercatat ada 176.344. Sementara, PDP ada sebanyak 12.979.

Baca Juga:

IDI Pertanyakan Ketidakdisiplinan Warga saat PSBB

Jumlah ODP dan PDP tersebut naik dari sehari sebelumnya, 17 April 2020. Jumlah ODP naik 2.612, sementara PDP naik 396.

"Untuk PDP, kita harap betul-betul diawasi secara ketat," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di kantor BNPB, Sabtu (18/4).

Yuri menyebut, PDP tersebut akan menjadi prioritas pemeriksaan corona menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Pemerintah menargetkan pengujian metode PCR corona hingga 10 ribu orang per hari.

Terkait hal itu, pemerintah akan mengaktifkan 78 laboratorium untuk menunjang kecepatan tes swab dahak tersebut.

Pasien sembuh terbanyak berasal dari DKI Jakarta dengan 225 orang. Selanjutnya, Jawa Timur 96 orang, Jawa Tengah 44 orang, Sulawesi Selatan 41 orang, dan Jawa Barat 41 orang.

Jika ditotal, terdapat 449 pasien sembuh dari 5 provinsi ini. Sedangkan 182 pasien sembuh lainnya berasal dari 29 provinsi lainnya di Indonesia

“Seluruh provinsi sudah ada kasus provinsi, 221 kabupaten/kota yang terdampak,” kata Yuri.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4/2020). ANTARA/HO-Gugus Tugas Covid-19/am.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4/2020). ANTARA/HO-Gugus Tugas Covid-19/am.

Sebanyak 22 pasien positif virus corona di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran telah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Para pasien itu dinyatakan sembuh setelah menjalani tes swab dengan hasil negatif.

"Setelah di-swab hasilnya negatif," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan) Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

Dengan demikian pasien positif COVID-19 yang dirawat per Sabtu pukul 08.00 WIB sejumlah 553 pasien.

"Pasien COVID-19 berkurang 22 orang semula 575 orang," ujar Yudo Margono.

Hanya saja, Yudo menyatakan, pasien rawat inap bertambah 27 menjadi 707 orang. Dengan rincian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 137 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 17 orang.

"Pasien PDP bertambah 51 orang semula 86 orang menjadi 137 orang," tuturnya.

Dari jumlah pasien yang menjalani perawatan di RS Wisma Atlet Kemayoran, 36 di antaranya merupakan mahasiswa yang menghuni asrama Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bethel, Petamburan. Ini menjadi klaster baru di DKI Jakarta.

Baca Juga:

Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 6.248 Orang

Sementara untuk jumlah pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Pulau Galang angkanya masih sama seperti hari kemarin yakni 43 orang.

Seluruh pasien di RS Darurat Pulau Galang berjenis kelamin laki-laki.

"Data pasien COVID-19 43 orang pria," ujar Yudo.

Hingga Sabtu, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 6.248 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 535 di antaranya meninggal dunia dan 631 pasien dinyatakan telah sembuh. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Dinilai Tak Tepat Beri Kartu Pra Kerja untuk Korban Penanganan COVID-19

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan