Operasi Tulang Humerus Marc Marquez Berjalan Sukses, Kapan Bisa Kembali Balapan?

Andrew FrancoisAndrew Francois - Sabtu, 04 Juni 2022
Operasi Tulang Humerus Marc Marquez Berjalan Sukses, Kapan Bisa Kembali Balapan?

Marc Marquez usai jalani operasi keempat pada tulang humerus. (Foto: Instagram/@marcmarquez93)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH menjalani pekan balap di Sirkuit Mugello, Italia pekan lalu, juara dunia balap motor delapan kali Marc Marquez langsung bertolak ke Amerika Serikat. Ia memiliki agenda medis, yakni menjalani operasi tulang humerus di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat.

Operasi tersebut harus dilakukan lantaran Marquez kerap mengalami 'keterbatasan' saat berkendara di atas motor akibat rotasi tulang humerusnya yang tak sempurna. Kondisi tersebut menyebabkannya tak mampu tampil maksimal di atas motor untuk bertarung di baris depan bersama pembalap top lainnya.

Operasi di Mayo Clinic merupakan operasi keempat terhadap lengan sang juara dunia MotoGP enam kali tersebut setelah tiga operasi yang dianggap kurang maksimal. Sang pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut mengaku masih berniat bertarung untuk kejuaraan, sehingga langkah tersebut harus diambilnya.

Baca juga:

Mengenal Istilah Highside, Kejadian Penyebab Kecelakaan Marc Marquez

Marquez dan Repsol Honda Team putuskan jalani operasi keempat. (Foto: MotoGP)

"Berlangsung selama tiga jam, Dokter Joaquin Sanchez Sotelo dan timnya melakukan osteotomi humerus. Operasi dianggap sukses tanpa komplikasi dan saat ini Marc Marquez tengah memasuki tahap pasca-operasi perawatannya di Mayo Clinic," bunyi pernyataan Repsol Honda Team seperti yang dilaporkan Motorsport, Kamis (2/6).

Marquez dilaporkan akan tetap berada di AS selama beberapa hari ke depan agar menjamin pemulihan pasca-operasinya sebelum bertolak kembali ke Spanyol untuk melanjutkan rencana perawatannya.

Dokter Sanchez Sotelo mengatakan meski prosedur bedah atas operasi pada tulang humerus kanan Marquez cukup rumit, namun hasil akhirnya memuaskan.

Baca juga:

Marc Marquez Belum Siap Bertarung untuk Juara Dunia 2022

"Pembedahan terdiri dari melepas dua skrup proksimal dari pelat posterior yang sebelumnya ditempatkan oleh Dokter Samuel Antuna pada Desember 2020, diikuti dengan osteotomi rotasional humerus," jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter Sotelo menjelaskan prosedur operasi tersebut juga melibatkan pembuatan potongan melintang tulang humerus untuk memutar humerus sepanjang sumbu panjangnya. Jumlah rotasi yang dilakukan pada operasi tersebut adalah sekitar 30 derajat rotasi eksternal.

"Humerus distabilkan pada posisi baru menggunakan pelat anterior dengan beberapa sekrup. Pembedahan selesai dengan lancar. Kami berharap Marquez cepat pulih dan sukses kembali ke karier profesionalnya," tambahnya.

Lantas, kapan Marquez dapat pulih maksimal dan kembali balapan? Belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. Meski begitu, seperti dimuat di laman MedicalNewsToday, Cleveland Clinic mengatakan biasanya waktu penyembuhan tulang patah rata-rata adalah antara 6–8 minggu. Perlu diingat, Marquez menjalani operasi ini bukan karena patah tulang. Jadi, mungkin dan semoga saja ia bisa sembuh lebih cepat. (waf)

Baca Juga:

Gegar Otak, Marc Marquez Batal Ikut Balapan di MotoGP Mandalika

#Kesehatan #Selebritas #MotoGP
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

ShowBiz
Grammy Awards 2026 Jadi Malam Penuh Sejarah, ini Daftar para Pemenang
Album Bad Bunny jadi album berbahasa Spanyol pertama yang memenangi kategori tertinggi tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Grammy Awards 2026 Jadi Malam Penuh Sejarah, ini Daftar para Pemenang
ShowBiz
Dari Red Carpet hingga Panggung, Protes ICE Menggema di Grammy 2026
Banyak artis internasional, termasuk nama-nama besar, terlihat mengenakan pin tersebut di red carpet acara penghargaan.
Dwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Dari Red Carpet hingga Panggung, Protes ICE Menggema di Grammy 2026
ShowBiz
Kehlani Terima Grammy Awards Pertama setelah Penantian 1 Dekade, Ajak Seniman Lawan Ketidakadilan
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dan bersejarah dalam perjalanan kariernya.
Dwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Kehlani Terima Grammy Awards Pertama setelah Penantian 1 Dekade, Ajak Seniman Lawan Ketidakadilan
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
ShowBiz
Tak Hadir saat Pemakaman Lucky Widja, Didi Riyadi Ungkap Rasa Kehilangan Mendalam
Didi Riyadi tengah menjalankan ibadah umrah saat prosesi pemakaman berlangsung.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
Tak Hadir saat Pemakaman Lucky Widja, Didi Riyadi Ungkap Rasa Kehilangan Mendalam
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
ShowBiz
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Pola tidurnya sama dengan bayi yang baru lahir.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan