Ombudsman Sebut Langkah Pemerintah Tutupi Jejak Kontak Corona Sudah Tepat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 13 Maret 2020
Ombudsman Sebut Langkah Pemerintah Tutupi Jejak Kontak Corona Sudah Tepat

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih menyatakan langkah pemerintah tak menyebarkan jejak pelacakan kontak pasien corona (Covid-19) ke publik sudah tepat. Pemerintah, kata dia, harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi ke masyarakat.

Alamsyah menyebut satu di antaranya yakni soal riwayat kesehatan seseorang. Menurut dia, jika pemerintah ingin mengungkap informasi tersebut ke publik, maka harus mendapat persetujuan dari yang bersangkutan.

Baca Juga:

Pasien Corona Bertambah Jadi 69 Orang, Dua Diantaranya Balita

"Apa lagi sampai lokasinya di mana, tracking perjalanannya. Bukan berarti informasi itu tidak penting, tapi kan itu justru untuk mengantisipasi. Tapi kalau disebar ke publik maka akan merugikan yang bersangkutan dan itu ada sanksi pidananya," kata Alamsyah di Jakarta, Jumat (13/3).

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan tidak bisa membuka jejak penelusuran kontak pasien corona seperti yang dilakukan negara-negara lain, misalnya Singapura.

Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)
Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Pemerintah Singapura memang menerapkan transparansi dalam menangani wabah virus corona di negaranya. Pemerintahnya berbagi informasi secara tepat waktu dan transparan dengan pemangku kepentingan domestik dan internasional. Informasi itu kemudian dimuat dalam satu website khusus yang dibuat oleh pemerintah Singapura, yaitu https://co.vid19.sg/clusters.

Dalam situs resmi Singapura tersebut, informasi disajikan melalui diagram, grafik, hingga grafis visual. Penelusuran kontak atau contact tracing pasien dijelaskan secara satu per satu untuk setiap kasus di Negeri Singa tersebut.

Baca Juga:

Kepala BNPB Doni Monardo Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Penanganan Corona

Penelusuran juga dibagi berdasarkan masing-masing kluster, contohnya seperti kluster impor dari berbagai negara, kluster makan malam privat di Safra Jurong, dan kluster pertemuan imlek keluarga atau CNY (Chinese New Year) di Mei Hwan Drive pada 25 Januari 2020.

Tidak hanya itu, dalam situs resmi Singapura tersebut, persebaran corona juga digambarkan sesuai dengan lokasinya dalam sebuah peta.

Kata Alamsyah, membuka penelusuran kontak pasien corona bukan berarti secara rinci lokasinya. Menurut dia, kebanyakan orang membandingkan dengan negara lain tanpa pernah tahu bagaimana negara itu melakukannya.

"Kalau di sana (Singapura) itu misalnya ada tracking jarak, sekian kilo meter dari Anda ada suspect, kan supaya orang biar hati-hati saja. Tapi kan tidak pernah menunjuk di mana, lokasi orang itu siapa," tutupnya. (Pon)

Baca Juga:

Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan