Hobi

Olahraga Sepatu Roda Cocok untuk Membentuk Tubuh

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 23 Mei 2022
Olahraga Sepatu Roda Cocok untuk Membentuk Tubuh

Sepatu roda bisa jadi pilihan bagi kamu yang ingin bertubuh ideal. (Foto: Unsplash/Arif Maulana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INGIN membentuk tubuh sambil menikmati olahraga menarik? Bermain sepatu roda mesti kamu coba. Olahraga ini sangat keren, menarik, menghibur, dan menurut berbagai sumber bisa membentuk tubuh bagian bawah.

Permainan sepatu roda melibatkan banyak dorongan dan mengharuskan pemain untuk memulai dari posisi jongkok. Posisi tersebut diketahui merupakan teknik olahraga yang memperkuat otot bokong, paha, dan betis dengan cara yang tepat sasaran.

Baca Juga:

Pemula, Ketahui 3 Jenis Sepatu Roda Ini

Selain itu, bersepatu roda juga dipercaya sebagai olahraga inti yang baik, lantaran perut dan punggung pemain harus terus 'diaktifkan' untuk menjaga keseimbangan. Dengan demikian, berlatih sepatu roda secara teratur dapat meningkatkan koordinasi dan postur tubuh, menstabilkan persendian, dan membantu pemain lebih menyadari gerak tubuh secara umum.

Sepatu roda membantuk tubuh bagian bawah. (Foto: Unsplash/Afif Maulana)

Harvard Medical School mencatat bahwa orang seberat 125 pon atau 56,6 kilogram akan membakar 210 kalori selama 30 menit bermain sepatu roda. Sementara seseorang dengan berat 155 pon atau 70,3 kilogram akan membakar 260 kalori selama latihan dengan durasi yang sama.

Pada seseorang yang memiliki berat 185 pon atau sekitar 83,9 kilogram akan membakar 311 kalori. Olahraga sepatu roda juga mampu membakar sekitar 400 kalori per jam dan bahkan lebih jika pemain terlebih dahulu melakukan sprint.

Baca Juga:

Gegayaan Sepatu Roda Gegara Film 'Olga dan Sepatu Roda'

Kendati begitu, penting untuk diingat bahwa jumlah kalori yang terbakar dapat sangat bervariasi dari orang ke orang dan tergantung pada sejumlah faktor-faktor seperti usia, berat badan, dan kemampuan fisik. Paling tidak, maksimalkan tiap gerakan yang kamu lakukan saat bermain sepatu roda agar kalori yang terbakar sesuai dengan aktivitas fisikmu.

Jangan bermain sepatu roda di jalan raya. (Foto: Unsplash/Afif Maulana)

Mengingat mampu membakar banyak kalori, sepatu roda juga dipercaya sebagai aktivitas olahraga yang ideal untuk menurunkan berat badan karena secara pasti menggabungkan latihan kekuatan dan daya tahan pemainnya.

Namun, sepatu roda apa pun jenisnya sebaiknya tidak kamu mainkan di jalur yang berbahaya seperti di jalan raya. Lakukan olahraga ini dengan benar dan di tempat aman yang sudah tersedia, misalnya di Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA) Sunter, Jakarta Utara atau di area Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Yuk, kita mulai bersepatu roda. (dgs)

Baca Juga:

Sepatu Roda Terinspirasi dari Ice Blade Skating

#Hobi #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Bagikan