Nurul Maliki, Peracik Boneka Lilin Wayangan di Yogyakarta

Ana AmaliaAna Amalia - Rabu, 18 Mei 2016
Nurul Maliki, Peracik Boneka Lilin Wayangan di Yogyakarta

Nurul Maliki, pembuat kerajinan tangan boneka lilin wayangan, Perumahan Sidoarum Blok 3, Godean, Sleman, DI Yogyakarta. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
MerahPutih Budaya - Patung lilin tak hanya dibuat oleh komunitas semata, seperti pembuatan patung lilin di luar negeri pada umumnya. Apalagi, patung lilin lebih banyak digunakan sebagai alat untuk mengenang figur publik.
 
Berbeda halnya boneka lilin di Yogyakarta. Patung lilin dibuat sebagai kreasi seni serta pelestarian tradisi nusantara, khususnya tradisi Jawa.
 
Nurul Maliki, 60, adalah pembuat boneka lilin di Yogyakarta. Melalui patung lilin, ia ingin menyampaikan ekspresi para tokoh wayang. Tujuannya tak lain pelestarian seni tradisi.
 
Boneka lilin buatan ibu tiga anak ini cukup rapi. Ekspresi tokoh patungnya diracik sedetail mungkin. Hanya dengan tangan dan ketelitian, Nurul Maliki meracik patung-patungnya yang terbuat dari kristal lilin dan parafin ini. Setelah boneka dibuat, ia pun memasang baju-baju patung lilinnya sesuai karakter masing-masing.
 
Sejak tahun 1975, Nurul berkecimpung di seni rupa berbahan lilin ini, dan menciptakan karakter-karakter wayang berbahan dasar lilin, seperti Buto cakil, Hanoman, Srikandi yang lengkap dengan burung Weldoto yang dikendarainya, para punokawan dan tokoh wayang lainnya.
Ditemui merahputih.com, di rumahnya, Jalan Nuri R3, Sidoarum, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (16/5), Nurul menunjukkan seluruh boneka lilin buatannya. Puluhan boneka berdiri terpajang. Ada boneka yang dipajang dengan kaca dan ada pula boneka yang hanya dipajang di lemari pajangan.
 
Nurul mengaku, pembuatan boneka lilin baginya bukanlah bertujuan komersil. Ia hanya sebatas mengekspresikan kecintaannya terhadap seni dan budaya tradisi, khususnya seni tari. "Saya cuma ingin mendokumentasikan baju-baju penari klasik dari keraton khususnya," paparnya.
Dalam pembuatannya dari awal hingga menjadi patung utuh dengan pakaian beserta makeup, ia dibantu suaminya, Henry Pristiyanto, seniman lakon ternama di Yogyakarta. Selain suami, ia juga dibantu seorang temannya, Marsudi.
 
Nurul bercerita bahwa apa yang ia lakukan ini merupakan hasil dari pengalaman dan pengetahuannya akan seni tari. Pasalnya, sebelum menjadi pembuat boneka lilin, Nurul menjadi penari di Keraton Yogyakarta. Ia menjadi penari sejak masih remaja. "Dari sana saya dapat membuat lekukan tangan patung di sini sesuai sama penari-penari aslinya," paparnya.
 
Pengalaman dan pengetahuannya itu lantas menjadi sebuah ide saat bertemu dengan temannya yang berlatar belakang pembuat patung. Nurul pun belajar memahami lebih jauh tentang pembuatan patung dari temannya itu, sebelum ia benar-benar mewujudkan keinginannya membuat boneka lilin wayangan. (Fre)
 
#Yogyakarta #Boneka Lilin Wayangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Siap memberangkatkan jemaah calon haji mulai 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Bagikan