NU: Televisi Harus Selektif Tampilkan Penceramah

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 07 Desember 2017
NU: Televisi Harus Selektif Tampilkan Penceramah

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Maman Imanulhaq. (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Maman Imanulhaq mengimbau televisi agar semakin selektif dalam menampilkan penceramah.

Menurut Maman, hal tersebut agar tidak memicu kontoversi di tengah masyarakat sebagaimana terjadi kesalahan penulisan aksara Arab belakangan ini.

"Pengelola stasiun TV seharusnya selektif memilih narasumber yang dimunculkan dalam sebuah program. Sebab, TV adalah media yang efektif untuk memengaruhi pola pikir khalayak," kata Maman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/12).

Komentar Maman itu sendiri keluar seiring dengan kontoversi video penceramah agama kontroversial yang kini viral di media sosial.

Dia mengatakan, bila narasumber tidak kompeten atau bukan ahli di bidangnya, khalayak, penonton TV, bisa mendapatkan informasi yang salah sehingga memberi dampak buruk.

Bila tayangan ceramah keagamaan dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah yang kompeten, kata dia, maka akan mengukuhkan nilai agama yang menjadi spirit perubahan dan perdamaian.

Sebaliknya, kata dia, bila penceramah tidak kompenten dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda akan memengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat.

Dia mengatakan, PBNU berupaya agar kejadian kesalahan aksara Arab di televisi tidak terulang. PBNU akan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Hasil itu akan dikomunikasikan ke stasiun televisi terkait.

"Kami juga akan memberikan daftar profil 30 ustaz muda NU ke para pengelola stasiun TV," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

#Nahdlatul Ulama (NU) #Maman Imanulhaq
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Bagikan