Nostalgia Seragam Sekolah Ketika Ngilmu Negeri Aing

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 10 Juli 2021
Nostalgia Seragam Sekolah Ketika Ngilmu Negeri Aing

Nostalgia Seragam SMA. (Foto: MP/YusufJohanRaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GAMBAR terpampang di layar ponsel, laptop, atau komputer tampak para siswa mengenakan atasan kemeja putih dengan logo OSIS di kantung kiri. Namun, bawahannya bukan celana panjang atau rok abu-abu, melainkan celana bola, legging, celana emesh, dan sarung. Begitu gambaran sekolah dari rumah masing-masing saat pembelajaran jarak jauh. Para siswa kebanyakan mengenakan seragam lengkap cuma bagian atas atau sisi paling tampak di layar.

Mungkin baru akan mengenakan seragam lengkap jika diminta tugas menampilkan video praktik. Mau enggak mau siswa harus memakai seragam seperti saat mereka masih sekolah tatap muka atau sebelum pandemi COVID-19.

Baca juga:

Kisah Guru TK Emerentiana Nogo Koban Menjadi Alarm Pembelajaran Daring Cuma Privilese Kota Besar

Sekolah berjarak dari rumah masing-masing memang enggak bisa membuat para siswa bekreasi dengan seragam sekolah karena mau tebar pesona sama siapa kan ketemunya cuma di layar. Berbeda dengan saat masih sekolah tatap muka sebelum pandemi.

Masa SMA jadi momen setiap siswa mengekspresikan diri dengan bertampilan unik dan menarik. Dari selalu menggunakan kacamata keren, gaya rambut unik, sampai gaya berseragam mengikuti tren. Sadar atau tidak, tren gaya baju kekinian akan terus berkembang, begitu juga dengan seragam sekolah. Tentu perubahan bukan berarti seragam sekolah SMA dari putih-abu menjadi putih-merah. Bukan! Melainkan tren kreasi dari seragam putih-abu tersebut.

Berangkat dari tren berseragam pada tahun 80-an bergaya vintage/ retro. Baju seragam agak besar dimasukan rok atau celana dengan tambahan sabuk berukuran besar pada bagian ikat pinggang. Celana biasanya model baggy. Pengaruh besar pada gaya berpakaian tersebut tentu dari film dan musik, seperti pada film Lupus, Catatan Si Boy, atau pada musik tentu saja Fariz RM, Ikang Fawzi, dan lainnya.

Gaya berseragam SMA perempuan tahun 90an. (Foto: Instagram/@najwashihab)

Setelah itu pada tahun 90an seragam SMA mulai mengalami sedikit perubahan tak lagi kebesaran atau gombrong. Meski masih ada siswa masih terpengaruh gaya 80-an, tetap saja kebanyakan sudah mengenakan atasan dan bawahan fit dan baju seragam tak lagi masuk dalam celana atau rok. Beberapa celana panjang juga sengaja dibuat sobekan di bagian lutut. Baju dan celana pun beberapa penuh coretan.

Siswa di tahun 90-an biasa menyebutnya Junkies Style. Fenomena fesyen tersebut terpengaruh dari gaya berbusana orang dengan tubuh kurus, berpakaian belel, penuh coretan, dan terkesan urakan. Role modenya tentu saja Kurt Cobain (Nirvana), Kaka dan Bimbim (Slank).

Gaya berseragam SMA Lelaki Tahun 90an (Foto: Instagram/@lupus_reborn)


Beda lagi dengan 2000-an. Pada era milenia tersebut perkembangan tren dalam berseragam sangatlah cepat berganti. Seragam digunakan pelajar menjadi lebih dilengkapi dasi dan topi seolah harus bergaya lengkap bak direksi. Artinya, seragam tak lagi terkesan urakan seperti pada 90-an lantaran era milenia.

Tren menggunakan rok mempunyai motif lipatan banyak dan penggunaan kaus kaki panjang sedang digemari. Tentu saja kemeja sekolah atasannya ketat atau fit.

Para lelaki biasanya sudah mulai menggunakan celana regular. Namun, kebiasan mengeluarkan baju dari celana masih dilakukan untuk terlihat keren. Bahkan sempat ada tren baju dikeluarkan hanya setengah bagian dari bagian baju. Tren seperti ini membuat para siswa akhirnya mendapatkan hukuman jika terlihat guru.

Gaya berseragam pada tahun 2000an. (Foto: Instagram/@Jessica calvalera)

Pada era 2010-an sempat ada tren berpakaian sangat unik digunakan para pelajar di jakarta dan sekitarnya. Celana pensil biasa di sebut. Celana mempunyai bentuk sangat fit dengan kaki pengguna. Disebut pensil karena karena bentukanya menyerupai pensil saat digunakan. Celana satu ini sangat ramai digunakan para pelajar SMA pada waktu itu.

Baca juga:

Bolos Sekolah Belum Tentu Anak Salah

Tak mudah menggunkannya. Bahkan ada sampai menggunakan plastik agar licin dan masuk secara mudah saat ingin digunakan. Entah mengapa mungkin berfungsi memudahkan mereka saat berlari dan bergerak saat di sekolah dan saat jalan. Namu, tren celan tersebut muncul seiring dengan kebangkitan musik Emo di banyak tempat.

Tren celana pensil ini sangat ditentang para guru, sampai-sampai jika ketahuan akan dikenai hukuman dengan merobek celana pensil tersebut dan diberikan surat peringatan.

Celana pensil. (Foto: Instagram/@Natho Henakin)

Bila laki-laki tren celana pensil, perempuan sempat ada tren seragam dengan serba-ketat. Dari baju digunakan dibuat sedemikian rupa pada bagian bawah baju agar pas dengan batas pinggang. Selain itu untuk bagian rok dibuat mengikuti lekukan dari pinggang sampai kaki layaknya pramugari dengan tambahan kaus kaki panjang.

Ada juga tren dengan rok pendek digunakan pelajar perempuan.. Sama dengan celana pensil, tren rok ini juga ditentang guru. Bagi pemakainya pastinya akan diberi hukuman sesuai dengan peraturan sekolah.

Seragam SMA Wabita yang tren (Foto: Instagram/@anaksma.hits)

Perubahan tren berseragam dari setiap masa mengikuti pengaruh tren musik atau hal lainnya nan berkembang bersamaan pada masa tersebut.

Namun, apa kamu tahu sejarah seragam di Indonesia?. Menurut Sri Sulastri dan Huddy Husin pada "Kapas, Kain Seragam Sekolah di Jawa 1900-1942", seragam sekolah diperkenalkan sekolah-sekolah Belanda kepada kaum Indo maupun Bumipitera kebanyakan berstatus bangsawan. Seragam tersebut terinspirasi dari sekolah abad ke-17 di Inggris.

Ada perbedaan seragam digunakan anak Eropa dan anak Bumiputera saat bersekolah, sebagai penanda status sosisal.

Selain sebagai identitas, dan status sosial, pakaian sekolah, lanjut Sri Sulastri, juga menjadi alat legitimasi bagi keberadaan kelas baru di Hindia-Belanda pada saat itu. (jhn)

Baca juga:

Meja Sekolah Jadi Arena Psywar Anak Pagi Versus Siang

#Tren Fesyen #Fashion #Juli Ngilmu Di Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan