Kisah Guru TK Emerentiana Nogo Koban Menjadi Alarm Pembelajaran Daring Cuma Privilese Kota Besar

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Jumat, 09 Juli 2021
Kisah Guru TK Emerentiana Nogo Koban Menjadi Alarm Pembelajaran Daring Cuma Privilese Kota Besar

Mercy bersama anak didik di salah satu desa wilayah Soe, NTT. (Foto: Mercy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Emerentiana Nogo Koban limbung. Guru Taman Kanak-Kanak asal Yayasan Rumah Junior Kota Tangerang, Banten, tersebut beroleh pilihan sulit; menyuruh anak-anak didik di desa-desa pedalaman Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menerapkan protokol kesehatan mencuci tangan sebelum masuk kelas, namun di lain sisi kondisi air sedang sulit-sulitnya.

Sumur dan sumber air di daerah pengabdiannya, Soe, pada September 2020 kala kali pertama Marcy, sapaan akrabnya, tiba memang sedang kering. Ia jadi salah satu dari 100 utusan Yayasan Rumah Junior pada program pengabdian tenaga pengajar di daerah pelosok Indonesia. “Saya dan tim membantu pengajaran di daerah pedalaman, khususnya desa-desa masih kekurangan guru dan bahan pengajaran," kata Mercy kepada Merahputih.com.

Baca juga:

Bolos Sekolah Belum Tentu Anak Salah

Bukan hal mudah bagi Mercy meninggalkan tempat tinggal di Tangerang menuju daerah terpencil di NTT, apalagi masa pandemi. Jika di masa sebelum pandemi tantangan terbesarnya terkait akses, bahan ajar, serta perbedaan kultur dan bahasa, selagi pandemi bahaya terpapar COVID-19 juga menjadi ancaman, baik bagi dirinya saat perjalanan atau justru berkemungkinan jadi carrier bagi anak-anak atau masyarakat di tempat tujuan.

Persiapannya menjadi jauh lebih ekstra sebab tak hanya berhenti di daerah Soe, namun beberapa daerah terpencil lainnya di Nusa Tenggara Timur. Ia sangat hati-hati dalam penerapan protokol kesahatan sebab tak mau hal-hal tidak diingkan terjadi. Jangan sampai, menurutnya, tujuan kebaikan berakhir bencana lantaran tidak dilakukan dengan benar dan cermat.

guru tk
Suasana ruang kelas di salah satu desa Soe. (Foto: Marcy)

Di kota-kota besar di Indonesia, Covid 19 membuat proses belajar-mengajar memberikan tantangan tersendiri bagi para guru maupun peserta didiknya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengambil kebijakan belajar jarak jauh di rumah masing-masing. Langkah tersebut diambil sebagai langka pencegahan sekaligus ikhtiar memutus mata rantai COVID-19.

Demi menunjang belajar dari rumah, Kemendikbud membuat aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id. Beberapa fitur unggulan dapat diakses peserta didik dan guru, antara lain Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal.

Baca juga:

Meja Sekolah Jadi Arena Psywar Anak Pagi Versus Siang

Rumah Belajar dapat dimanfaatkan siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Kemendikbud juga beroleh bantuan Google pada program G Suite for Education sebagai alat pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa. Sekolah dapat menggunakan Hangouts Meet, alat konferensi video tersedia untuk seluruh pengguna G Suite, dan Google Classroom, untuk mengikuti kelas dan melanjutkan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

guru tk
Rumah salah satu murid Marcy. (Foto: Marcy)

Hingga 1 Juli 2020, Google menyediakan fitur Hangouts Meet paling lengkap secara gratis meliputi kemampuan live streaming hingga 100,000 penonton dalam suatu domain dan pertemuan besar hingga 250 peserta per kelas hingga 1 Juli 2020, bisa direkam dan disimpan di Google Drive untuk akses di kemudian hari.

Semua program penunjang belajar dari rumah tersebut pastinya hanya dapat digunakan bagi siswa dan guru memiliki akses internet dan mempunyai peralatan penunjang lainnya, seperti ponsel pintar, komputer, atau laptop.

Pulau Jawa dan Bali tentu beroleh keuntungan karena akses internet tersedia begitu melimpah. Akan tetapi tidak bagi pelajar berada di pelosok, seperti daerah tempat pengabdian Marcy. " Ada internet, tapi hanya ada satu pohon gitu dan harus manjat juga kalo mau dapat sinyal untuk telfon atau kirim pesan." kata Marcy menggambarkan keadaan sambungan internet di desa-desa pedalaman Soe.

guru tk
Saat mengajarkan cuci tangan secara baik dan benar kepada murid. (Foto: Marcy)

Marcy mengaku kesulitan bila harus menerapkan belajar dari rumah seperti anjuran Kemendikbud. Sinyal susah, piranti penunjang pun tak tersedia secara optimal. Jangankan menerapkan belajar daring dari rumah masing-masing, lanjut Marcy, air saja untuk kebutuhan vital sehari-hari apalagi di masa pandemi harus rajin cuci-tangan musti diambil dari jarak cukup jauh dari rumah penduduk.

Belum lagi, sambung Marcy, misalkan laptop, ponsel pintar, atau komputer tersedia, juga tetap tidak bisa digunakan secara optimal lantaran listrik hanya menyala di jam-jam tertentu. Ia benar-benar memutar otak agar pembelajaran tetap bisa dilakukan namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Marcy memutuskan menggunakan cara mendatangi muridnya di rumah masing-masing. Ia harus berjalan sampai berkilo-kilo karena jarak satu rumah dengan rumah lain cukup jauh dan kondisi jalan kurang baik. Cara tersebut ternyata tidak efektif karena menghabiskan kala percuma di jalan.

guru tk
Keluh kesah pembelajaran dari pelosok Timur Indonesia. (Foto: Marcy)

Ia bersama tim aknhirnya membuat pembelajaran tatap muka di satu tempat dengan cara membagi murid menjadi kelompok kecil agar bisa bergantian masuk. Cara tersebut berjalan prima karena murid-murid di kelompok kecil justru membuatnya menjadi lebih fokus, dan penerapan protokol juga berjalan baik karena bisa menjaga jarak.

Setelah tiga bulan berlalu, Macy dan tim selesai menjalankan tugas mengajar di desa pendalam di Soe. Meski begitu, ia tidak dapat langsung pulang ke Tangerang karena adanya larangan penerbangan mengingat lonjakan kasus COVID-19 meninggi. Akhirnya Marcy melanjutkan pengabdian, berpindah dari Soe menuju Desa Baulolong. Dari situ, lantaran ada akses internet, Marcy mengajar online murid-muridnya di Tangerang. (jhn)

Baca Juga:

Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing

#Juli Ngilmu Di Negeri Aing #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
POCO C95 Pro Meluncur dengan Baterai 7.500 mAh, Harganya Mulai Rp 2,3 Juta
POCO C95 Pro kini sudah resmi meluncur. HP tersebut membawa bateai 7.500mAh dan dibanderol mulai Rp 2,3 juta.
Soffi Amira - Kamis, 01 Oktober 2026
POCO C95 Pro Meluncur dengan Baterai 7.500 mAh, Harganya Mulai Rp 2,3 Juta
Tekno
Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra Resmi Meluncur, ini Spesifikasi dan Harganya
Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra kini resmi meluncur. Kedua tablet ini bakal meluncur global 7 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 01 Oktober 2026
Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra Resmi Meluncur, ini Spesifikasi dan Harganya
Tekno
Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur Global, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 6.900 mAh
Vivo X Fold 6 resmi meluncur global. HP lipat ini membawa kamera 200MP dan baterai 6.900 mAh.
Soffi Amira - Kamis, 01 Oktober 2026
Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur Global, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 6.900 mAh
ShowBiz
Deretan HP Baru yang Bakal Rilis Oktober 2026, Ada Vivo V80 hingga OPPO Find X10!
HP baru yang bakal rilis Oktober 2026 patut dinantikan. Sebab, ada Vivo V80 hingga OPPO Find X10 yang ikut rilis.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Deretan HP Baru yang Bakal Rilis Oktober 2026, Ada Vivo V80 hingga OPPO Find X10!
Tekno
Daftar HP Samsung yang Dapat Update One UI 9, Ada Galaxy S26 hingga Z Fold 7!
Daftar HP Samsung yang dapat One UI 9 kini bertambah. Samsung Galaxy S26 hingga Z Fold 7 sudah bisa mendapatkannya.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Daftar HP Samsung yang Dapat Update One UI 9, Ada Galaxy S26 hingga Z Fold 7!
Tekno
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 hingga Kamera 200MP
Xiaomi 18 kini kembali bocor dengan spesifikasi gahar. HP itu membawa kamera 200MP hingga chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 hingga Kamera 200MP
Tekno
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Ungkap Desain Kamera Belakang Baru, Begini Wujudnya
Samsung Galaxy S27 Ultra akan membawa perubahan di kamera belakangnya. Lalu, casingnya juga sudah bocor.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Ungkap Desain Kamera Belakang Baru, Begini Wujudnya
Tekno
OPPO Find X10 Versi Global Sudah Muncul di Geekbench, ini Bocoran Spesifikasinya
OPPO Find X10 global kini sudah muncul di Geekbench. HP itu akan membawa spesifikasi unggulan di kelasnya.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
OPPO Find X10 Versi Global Sudah Muncul di Geekbench, ini Bocoran Spesifikasinya
Tekno
Xiaomi 18 Diprediksi Meluncur Desember 2026, Bawa Baterai 7.200 mAh?
Xiaomi 18 diprediksi meluncur Desember 2026. HP ini akan membawa baterai 7.200 mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Xiaomi 18 Diprediksi Meluncur Desember 2026, Bawa Baterai 7.200 mAh?
Tekno
Infinix XBOOK 14 NEO Hadir di Indonesia, Laptop 1.2 Kg dengan Sertifikasi US Military-Grade
Infinix XBOOK 14 NEO hadir di Indonesia dengan bobot 1,2 kg, Intel Core, Folax AI, baterai hingga 13 jam, dan sertifikasi US Military-grade.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Infinix XBOOK 14 NEO Hadir di Indonesia, Laptop 1.2 Kg dengan Sertifikasi US Military-Grade
Bagikan