Nonton Televisi Bikin Anak Obesitas

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 01 Desember 2017
Nonton Televisi Bikin Anak Obesitas

Berikan waktu 90 menit saja untuk anak menggunakan perangkat elektronik (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERADA di depan layar elektronik tidak hanya merusak mata anak Anda. Mereka juga akan memiliki resiko obesitas. Studi baru menunjukkan anak-anak yang menggunakan perangkat elektronik seperti TV, komputer, gawai dengan jangka waktu lama rentan terhadap obesitas.

Seperti dilansir laman Independent, sekelompok spesialis kesehatan anak menemukan 'kaitan yang kuat' antara tingkat obesitas anak yang meningkat dan sering terpapar layar perangkat elektronik.

Terkait penemuan tersebut, mereka menyarakankan agar para orang tua membatasi penggunaan perangkat elektronik pada anak. Setidaknya hanya 90 menit pemakaian perangkat elektronik itu setiap harinya.

"Orang tua harus membatasi menonton TV dan penggunaan komputer dan perangkat serupa tidak lebih dari 1,5 jam sehari dan hanya jika anak berusia lebih dari empat tahun," saran Dokter Adamos Hadjipanayis yang terlibat dalam penelitian itu.

Menurut Dokter Adamos, perkembangan kognitif dan fisik para anak juga berpotensi terganggu.

(Foto: psst)

Para peneliti juga menemukan setidaknya para balita menonton televisi selama 60 menit setiap harinya. Itu sudah lebih dari cukup sebenarnya. Sementara anak berusia lebih dari 9 tahun menggunakan perangkat elektronik selama 8 jam perharinya, tentu itu berlebihan.

Di samping itu, di Eropa sendiri 97 persen rumah tangga memiliki televisi dan 72 persen memiliki akses jaringan komputer. Periset percaya data tersebut berkontribusi pada epidemi obesitas masa kecil di Eropa yang sudah tidak lazim selama 25 tahun terakhir.

Mereka juga menegaskan penggunaan perangkat elektronik pada larut malam yang pastinya dapat menganggu pola tidur. Sehingga mereka berpotensi besar memiliki resiko obesitas.

Para orang tua sebaiknya Anda mulai membatasi penggunaaan perangkat elektronik pada anak. Tidak bisa dengan perkataan saja. Anda juga harus mencontohkannya dengan melakukan hal demikian. Mungkin Anda bisa menggantinya dengan kegiatan membaca buku. (*)

Baca juga artikel Sikap Orang Tua Seperti Ini Buat Anak Beralih ke Gadget

#Tips Kesehatan #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Bagikan