NOC Indonesia Suarakan Pesan Perdamaian di Olympic Day 2022

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 24 Juni 2022
NOC Indonesia Suarakan Pesan Perdamaian di Olympic Day 2022

Ketua National Olympic Committee (NOC), Raja Sapta Oktohari, menyambut kepulangan para atlet dari SEA Games 2021 (BolaSkor/Johan Kristiandi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - National Olympic Committee (NOC) Indonesia membawa misi khusus dalam perayaan Olympic Day 2022 yang diperingati pada 23 Juni. Organisasi pimpinan Raja Sapta Oktohari ini menggelorakan misi perdamaian, sebagaimana tema yang diusung Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Melalui perayaan Olympic Day tahun ini, NOC Indonesia menyuarakan dengan sungguh-sungguh pesan perdamaian, sebagaimana tema yang diusung IOC yakni “Together for a better world,” kata Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari

Baca Juga

Wajib Menang di FIBA Asia Cup 2022

“Olahraga merupakan sarana yang tepat untuk membawa pesan ini karena olahraga menjadi alat komunikasi universal untuk mempersatukan, tanpa adanya diskriminasi dan hal lain. Meskipun berkompetisi menjadi juara, olahraga selalu dapat menunjukkan sisi persahabatan dan respek di lapangan.” sambungnya.

Aspek tersebut, dikatakan Okto, menjadi poin utama yang terkandung dalam Olympic Values atau nilai Olimpiade, yaitu excellence (keunggulan), friendship (persahabatan) dan respect (saling menghargai).

Tiga hal ini, dikatakan Okto, kian diperkuat melalui pilar baru Olympic Movement (Gerakan Olimpiade) yaitu sustainability (keberlanjutan), inclusion (keikutsertaan), solidarity (solidaritas) dan peace (perdamaian). Nilai-nilai ini yang diharapkan dapat membawa kontribusi besar bagi olahraga dunia.

Melalui peringatan Olympic Day, Okto juga menyuarakan pesan perdamaian bagi negara-negara yang tengah berkonflik. Sebab dalam tatanan regulasi olahraga internasional, tak hanya atlet yang akan dirugikan, tetapi juga dapat berimbas pada negara tersebut yang akan dilarang tampil di multievent internasional.

Okto juga mengajak federasi cabang olahraga nasional yang masih berselisih paham untuk bisa menyelesaikan situasi yang terjadi. Terlebih induk organisasi menjadi panutan dan pengayom bagi para atlet dan seluruh stakeholder-nya.

“Kepentingan olahraga bukan pribadi, tetapi kepentingan dan harkat derajat martabat bangsa. Dalam perjalanan friksi bisa saja terjadi, tetapi tujuan dan semangat kita satu, yakni membuat Indonesia Raya berkumandang di seluruh penjuru dunia dan bendera Merah Putih berkibar di puncak tertinggi. Kita harus tunjukkan olahraga Indonesia dapat bersatu demi terciptanya prestasi menuju kancah dunia yang lebih baik,” ujar Okto.

Baca Juga

Waspadai Irfan Jaya, Pelatih Kedah Anggap Kekuatan Bali United Merata

Pada 23 Juni 1894, delegasi dari 12 negara yang berkumpul di Sorbonne sepakat mendukung proposal Pierre de Coubertin untuk menyelenggarakan Olimpiade. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari lahir modern Olympic Movement dan berdirinya IOC.

Pada Januari 1948, tepatnya pada IOC Session ke-42, para anggota menyuarakan World Olympic Day. Ide ini kemudian direalisasikan lewat penyelenggaraan Olympic Day pertama pada 23 Juni 1948 oleh sembilan NOC, yakni Austria, Belgia, Kanada, Inggris Raya, Portugal, Swiss, Uruguay, dan Venezuela.

Perayaan Olympic Day kemudian menjadi tugas NOC di seluruh dunia untuk menyebarkan Olympic Values di negara masing-masing. Pada peringatan tahun ini, NOC Indonesia berencana menggelorakan Olympic Day lewat rangkaian program yang sudah dirancang Komisi Sport for All, baik secara daring melalui talk show dan semangat tagar #moveforpeace #olympic day maupun program luring.

Ketua Komisi Sport for All NOC Indonesia Ery Erlangga mengatakan telah menyiapkan rangkaian acara untuk menyebarkan gerakan Olimpiade di Tanah Air, mulai dari Pameran foto atlet-atlet yang akan menampilkan perjuangan atlet di SEA Games 2021 Vietnam dan acara puncak Olympic Day Run pada 11 September 2022.

“Kami ingin menyosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai usia dini hingga dewasa lewat program-program yang akan dijalankan Komisi Sport for All NOC Indonesia dalam peringatan Olympic Day tahun ini. Salah satunya dengan menggelar Olympic Day Run yang diharapkan dapat membuat gairah olahraga di Indonesia serta mengenalkan nilai-nilai Olimpiade,” tambah Ery. (*/Bolaskor)

Baca Juga

Hasil Positif di Uji Coba Tak Boleh Buat Dewa United Besar Kepala

#NOC Indonesia #Raja Sapta Oktohari
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
KBRI Tokyo Jadi Penopang Kontingen Indonesia di Asian Games
Bagi kontingen yang harus menjalani persiapan jauh dari rumah, kehadiran perwakilan Indonesia di negara tuan rumah jadi bagian ekosistem pendukung.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
KBRI Tokyo Jadi Penopang Kontingen Indonesia di Asian Games
Olahraga
Asian Games 2026: Kontingen Indonesia Masuk 'Survival Mode', Hadapi Kendala Operasional
Kontingen Indonesia menghadapi sejumlah kendala operasional di awal Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Todotua Pasaribu menyebut tim dalam “survival mode”.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Asian Games 2026: Kontingen Indonesia Masuk 'Survival Mode', Hadapi Kendala Operasional
Olahraga
Jaga Keselamatan Atlet, NOC Indonesia Kerahkan Dua Safeguarding Officer di Asian Games Aichi-Nagoya
NOC Indonesia menyiapkan Tabitha Sumendap dan Sophia Hage sebagai Safeguarding Officer untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan atlet di Asian Games 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Jaga Keselamatan Atlet, NOC Indonesia Kerahkan Dua Safeguarding Officer di Asian Games Aichi-Nagoya
Olahraga
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Sebanyak 432 atlet Indonesia resmi dikukuhkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen akan bertanding di 35 cabang olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Olahraga
Aice kembali Dukung Tim Indonesia Emas Menuju Asian Games 2026, 3 Tahun Setia Dampingi Atlet
Aice kini kembali memberikan dukungan bagi 432 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, pada 19 September hingga 4 Oktober.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Aice kembali Dukung Tim Indonesia Emas Menuju Asian Games 2026, 3 Tahun Setia Dampingi Atlet
Olahraga
Erupsi Krakatau Ganggu Penerbangan, Begini Cara Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Asian Games 2026
Erupsi Gunung Krakatau berdampak pada keberangkatan Kontingen Tim Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Erupsi Krakatau Ganggu Penerbangan, Begini Cara Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Asian Games 2026
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Indonesia
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Perhatian terhadap persoalan nonteknis diperlukan agar atlet dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada pertandingan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Olahraga
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Asian Games Aichi Nagoya mempertandingkan 469 nomor medali dari 43 cabang olahraga dan 71 disiplin, berkurang 12 nomor dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Olahraga
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Pembinaan atlet saat ini harus mempersiapkan kehidupan mereka, baik ketika masih aktif bertanding maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Bagikan