Ngeluh Diserang Hoax, Gerindra: Jokowi Berlebihan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 24 November 2018
Ngeluh Diserang Hoax, Gerindra: Jokowi Berlebihan

Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan alim ulama dan santri Pondok Pesantren Darussalamah, Braja Dewa, Lampung Timur, Lampung, Jumat (23/11) siang (@sekretariat.kabinet)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menyebut sering merasa gerah saat diserang oleh berita bohong atau hoax, terutama soal tuduhan dirinya sebagai PKI.

Menanggapi hal tersebut, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono menilai ucapan itu tak pantas dikeluarkan oleh seorang Kepala Negara. Bahkan hal itu sangat berlebihan.

"Terus terang kalimat 'Mau saya tabok' yang dikeluarkan Jokowi itu sangat tidak pantas. Apalagi dia presiden," kata Ferry dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/11).

Ia pun membandingkan reaksi Jokowi dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang kerap menjadi korban berita bohong sejak awal maju dalam kancah politik nasional. "Bagaimana rasanya jika Jokowi jadi Prabowo yang selalu difitnah? Difitnah sebagai dalang kerusuhan 98, difitnah menculik dan membunuh aktivis? Itu sejak lama loh. Lawan-lawan politiknya memfitnah seperti itu," jelasnya.

Foto tokoh PKI DN Aidit bersama sosok yang dikaitkan dengan Jokowi sebagai orang berdiri disamping mimbar pidato (Foto: wiki commons)

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pun merasa bingung dengan hal tersebut. Karena secara personal, Prabowo yang besar dari kalangan militer seharusnya lebih reaktif dari Jokowi yang berasal dari sipil jika dihadapkan hal semacam ini. "Pak Prabowo itu kan bisa saja lebih keras, lebih reaktif karena latar belakang militer. Tapi kenapa Jokowi yang lebih galak?" kata Ferry.

Ferry juga menjelaskan reaksi Prabowo yang kalimat pidatonya sering disalahartikan oleh lawan politiknya selama kampanye. "Soal tampang Boyolali, ojek online, itu kan substansinya Pak Prabowo mau berjuang membantu kondisi mereka. Tapi malah dipelintir seakan beliau menghina. Ini jahat sekali," terangnya.

"Bayangkan jika Jokowi yang mendapat perlakuan semacam Pak Prabowo. Mungkin bukan mau nabok lagi dia, Jokowi mungkin mau banting orangnya," sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Jokowi mengeluhkan isu PKI yang dilekatkan kepada dirinya. Keluhan itu diungkapkan saat tengah membagi-bagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, kemarin. Ia mengaku telah bersabar selama empat tahun dengan isu tersebut. Kali ini, dia berujar ingin mencari siapa penyebar rumor itu. "Ini yang kadang-kadang haduh, mau saya tabok orangnya di mana, saya cari betul," ujar Jokowi. (Asp)

#Prabowo Subianto #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Keberatan Dicecar Pertanyaan Kuliah di Sidang Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi: Serasa Ngetes Mahasiswa Baru
Jokowi keberatan saat ditanya detail riwayat kuliah UGM oleh pengacara Roy Suryo dalam sidang ijazah di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11).
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 15 menit lalu
Keberatan Dicecar Pertanyaan Kuliah di Sidang Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi: Serasa Ngetes Mahasiswa Baru
Indonesia
Alasan Roy Suryo Tertawa Ngakak dan Berani Sebut 'Palsu' Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di PN Jaktim
Ada momen heboh di sidang kasus fitnah ijazah palsu Jokowi! Roy Suryo tertawa ngakak hingga sebut ijazah beda fisik dan watermark. Cek kejanggalannya di sini.
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 3 menit lalu
Alasan Roy Suryo Tertawa Ngakak dan Berani Sebut 'Palsu' Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di PN Jaktim
Indonesia
Roy Suryo Kaget Lihat Ijazah Jokowi di Sidang, Sebut Ada Perbedaan dengan Dokumen Sebelumnya
Roy Suryo menduga ijazah Jokowi yang ditampilkan dalam persidangan berbeda dari dokumen yang pernah dilihatnya di Polda Metro Jaya. soroti kondisi fisik dan watermark.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 5 menit lalu
Roy Suryo Kaget Lihat Ijazah Jokowi di Sidang, Sebut Ada Perbedaan dengan Dokumen Sebelumnya
Fashion
Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Intip Filosofi di Balik Motifnya
Jokowi mengenakan batik parang saat menghadiri sidang kasus ijazah palsu di PN Jakarta Timur. Simak sejarah dan filosofi motif batik parang.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 17 menit lalu
Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Intip Filosofi di Balik Motifnya
Indonesia
Jokowi Tunjukkan Ijazah S-1 UGM di Sidang Roy Suryo, Akui Fotonya Berkumis Tipis dan Pakai Kacamata
Jaksa secara khusus menanyakan apakah Jokowi saat itu berkumis dan menggunakan kacamata.
Dwi Astarini - 2 jam, 30 menit lalu
Jokowi Tunjukkan Ijazah S-1 UGM di Sidang Roy Suryo, Akui Fotonya Berkumis Tipis dan Pakai Kacamata
Berita
Nama Dumatno Muncul di Sidang, Jokowi Ungkap Alasan Ogah Perlihatkan Dokumen ke Roy Suryo
Jokowi membantah klaim Roy Suryo soal foto ijazah UGM mirip Dumatno Budi Utomo. Ia menyebut Dumatno baru berusia delapan tahun saat dirinya lulus pada 1985.
ImanK - 2 jam, 36 menit lalu
Nama Dumatno Muncul di Sidang, Jokowi Ungkap Alasan Ogah Perlihatkan Dokumen ke Roy Suryo
Berita Foto
Massa Relawan Kawal Jokowi Hadiri Persidangan di PN Jakarta Timur
Sejumlah massa relawan dari berbagai organisasi tampak berkumpul di kawasan PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
Massa Relawan Kawal Jokowi Hadiri Persidangan di PN Jakarta Timur
Berita Foto
Momen Jokowi Tunjukkan Ijazah saat Hadir Sebagai Saksi di PN Jakarta Timur
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri) menunjukkan ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM miliknya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
Momen Jokowi Tunjukkan Ijazah saat Hadir Sebagai Saksi di PN Jakarta Timur
Indonesia
Bantah Foto Ijazah UGM Miliknya Mirip Dumatno, Jokowi: Dia Baru 8 Tahun saat Saya Lulus
Jokowi menyebut Dumatno merupakan sepupu jauhnya yang masih berusia delapan tahun ketika ia lulus kuliah pada 1985.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Bantah Foto Ijazah UGM Miliknya Mirip Dumatno, Jokowi: Dia Baru 8 Tahun saat Saya Lulus
Indonesia
Sampul Skripsinya Dipermasalahkan karena Font Beda, Jokowi : Bukan hanya Saya
Jokowi menyebut ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana pada masa itu juga menggunakan font serupa.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Sampul Skripsinya Dipermasalahkan karena Font Beda, Jokowi : Bukan hanya Saya
Bagikan