MerahPutih Peristiwa - Nenek Tania (85) adalah seorang warga Kelurahan Rorotan Celincing, Jakarta Utara yang hidup sebatang kara dalam gubuk yang tak layak huni.
Saat suami Nenek Tania ada, untuk menafkai hidup sehari-sehari, Nenek Tania dan suaminya rela bekerja serabutan di daerah persawahan yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.
"Dulu semasa saya masih kuat bekerja, saya dan suami saya bekerja serabutan, mencari makanan kambing untuk dijual kepada pemilik kambing," ujar Nenek Tania saat ditemui merahputih.com di kediamannya, Jumat (13/11).
Untuk itu, masih kata Nenek Tania, ia tak lagi malu ketika tetangganya memanggil namanya dengan sebutan Nenek Kambing. Sebab kata Tania, nama Nenek Kambing itu menjadi sapaan akrabnya, lantaran ia bekerja sebagai penjual makanan kambing di daerah tersebut.
"Kenapa harus malu? Itu adalah pekerjaan yang sangat mulia yang diberikan oleh Allah. Saya bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah terhadap saya," paparnya.
Tania pun menuturkan, kemarin ia mendapat bantuan dari Wali Kota Jakarta Utara. Wali Kota mengirimkan beras, telur, susu kental manis, minyak goreng, dan gula pasir.
"Alhamdulillah dengan bantuan ini, bisa kembali merasakan masakan nasi yang sesungguhnya. Sebab sudah beberapa tahun yang lalu saya hanya mencicipi nasi aking sisa dari makanan tetangga," kata Nenek Tania.
Untuk diketahui, sebelumnya pihak Kecamatan Cilincing juga memberikan bantuan terhadap nenek yang akrab disapa Nenek Kambing ini. Tak hanya itu saja, pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara pun akan menjamin kesehatan Nenek Tania.
"Tadi saya baru pulang dari Puskesmas untuk meminta obat darah tinggi, di sana saya diperiksa oleh dokter dan para tenaga medis yang ada di sana," tutupnya. (gms)
Baca Juga: