Kesehatan

Negatif Salmonella, Kinder Bisa Dijual Kembali

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 29 April 2022
Negatif Salmonella, Kinder Bisa Dijual Kembali

Kinder Joy bisa kembali dijual. (foto: kinder.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUGAAN adanya kontaminasi bakteri Salmonella pada cokelat Kinder telah menghentikan peredaran kudapan bikinan perusahaan multinasional asal Italia, Ferrero, tersebut. Padahal, di Indonesia, produk permen cokelat Kinder Joy tersedia secara luas dan disukai anak-anak.

Setelah produk Kinder Joy ditarik dari pasaran selama beberapa waktu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Kamis (28/4), mengumumkan produk cokelat asal Belgia, Kinder, bisa kembali beredar di Indonesia. Pengumuman itu dikeluarkan setelah hasil kajian risiko dan pengujian produk yang menunjukkan produk negatif Salmonella.

BACA JUGA:

Indonesia Ikut Tarik Peredaran Cokelat Telur Kinder karena Mengandung Salmonella

Melalui pernyataan resminya, Badan POM menyebut sudah melakukan sampling acak dengan mempertimbangkan keterwakilan di wilayah Indonesia. Ada tiga jenis produk yang beredar di Indonesia dan diuji, yakni Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls.

"Hasil pengujian laboratorium Badan POM menunjukkan ketiga produk tersebut negatif cemaran Salmonella," ujar badan tersebut dalam laman resmi mereka, Kamis (28/4).

Dengan pernyataan itu, produk tersebut secara resmi dinyatakan dapat beredar kembali di Indonesia. Izin edar kembali itu berlaku sejak penjelasan publik oleh Bada POM diterbitkan. "Masyarakat diimbau agar menjadi konsumen cerdas dan selalu lakukan cek KLIK (cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan," pesan Badan POM.

kinder joy
Ada tiga jenis produk yang beredar di Indonesia dan diuji, yakni Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls.(foto: Kinder.com)

Produk cokelat Kinder sebelumnya sempat dihentikan beredar di Inggris dan negara Eropa lain. Badan Standar Makanan Inggris (FSA) menyebut terdapat kaitan antara telur cokelat Kinder Surprise dan kasus infeksi Salmonella di sana. Lebih dari 60 orang di Inggris, sebagian besar anak-anak, terinfeksi bakteri Salmonella. Selain itu, Badan Kesehatan Uni Eropa juga mencatat lebih dari 100 kasus infeksi Salmonella.

Dengan mengacu pada temuan itu, Badan POM mengambil keputusan untuk menghentikan sementara peredaran cokelat Kinder di Indonesia. Badan POM membeberkan informasi terbaru dari International Food Safety Authorities Network Global Alert (INFOSAN) per 11 April bahwa produk cokelat merek Kinder asal Belgia tersebar di 77 negara. Akan tetapi, produk yang ditarik di luar negeri itu tidak termasuk Kinder Joy yang terdaftar di Badan POM.(DGS)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan