Mustahil Berani Perang Terbuka Dengan TNI, Stategi OPM Cuma Tembak Kabur Tembak Kabur

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 09 Desember 2018
Mustahil Berani Perang Terbuka Dengan TNI, Stategi OPM Cuma Tembak Kabur Tembak Kabur

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Foto: net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat militer dan Intelijen Jerry Indrawan menilai ajakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk berperang terbuka melawan TNI hanya gertakan semata.

Menurut dia, ajakan itu hanya strategi agar OPM terus eksis dan terlihat seperti memiliki kekuatan besar.

"Itu gertakan saja. Secara strategi perang pemberontak, kelompok bersenjata, tidak punya kemampuan militer yang sama dengan negara, itu pasti," kata Jerry, Sabtu (8/12).

Dia menjelaskan, dalam sejarahnya, OPM tidak berani berperang secara langsung melawan TNI. Sebab, mereka sadar akan kekuatan sendiri. Sehingga, saat ini OPM menggunakan taktik seperti saat ini.

"Perang gerilya, tembak kabur, tembak kabur. Kalau ngajak dia menggunakan perang konvensional, pasti kalah," tuturnya.

Opm
Kelompok Kriminal Bersenjata. Foto: net

Taktik perang Gerilya itu juga membuktikan lemahnya kekuatan OPM. Jangankan lawan TNI, tambah Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta itu, dengan Polda Papua saja sebetulnya sudah cukup.

"Gak usah TNI, Polda Papua juga bisa kok, tapi kan polisi sesuai aturan tidak boleh untuk perang, jadi tidak mungkin mereka berani satu lawan satu sudah pasti kalah. Gertakan saja itu," imbuhnya.

Sebelumnya, pimpinan sayap militer OPM Nduga Egianus Kogeya menantang TNI untuk berperang terbuka tanpa menggunakan alat peledak dan Helikopter.

Hal itu disampaikan Kogeya setelah mereka menuding TNI telah membombardir sejumlah lokasi persembunyian dengan menggunakan bom yang dilempar dari atas Helikopter.

Buntut penyerbuan TNI itu lantaran aksi brutal kelompok kriminal bersenjata yang menembak mati puluhan pekerja infrastruktur di Papua. (Fdi)

#OPM #Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Bagikan