Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, BMKG Tandai 9 Wilayah Indonesia Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, BMKG Tandai 9 Wilayah Indonesia Ini

Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, BMKG Tandai 9 Wilayah Indonesia Ini. (Foto: BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - INDONESIA bersiap menghadapi cuaca panas dan lebih terik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan musim panas tahun ini akan terasa lebih cepat dan panjang daripada tahun lalu karena transisi musim panas masuk lebih awal di April dan berakhir di September 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengumumkan Indonesia memasuki musim kemarau lebih awal ini berdasarkan pemantauan klimatologi dari berbagai indikator indeks mulai dari curah hujan alias Indian Ocean Dipole (IOD), pergerakan angin (Monsun), hingga anomali suhu permukan laut di Samudra Pasifik (ENSO).

Pengamatan nilai indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang bertujuan menjelaskaan fase iklim menunjukkan, per Maret, nilai fase iklim berada pada angka -0,28 berarti netral dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026. Hal itu diperkuat kemunculan nilai indeks El Nino dengan kategori lemah-moderat dengan komposisi presentase 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini yang menjadi perhatian. Tak cuma itu, pergerakan angin (Monsun) pun menunjukan peralihan musim kemarau sudah memasuki wilayah Indonesia, karena angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia).

Dari kumpulan pengamatan tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia dinyatakan akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal ketimbang rerata klimatologinya. La Nina telah lemah pada Februari 2026, lalu pada Maret telah bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.

Walaupun fenomena musim panas sudah memasuki Indonesia, BMKG, yang diwakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, menyebutkan musim panas belum menyebar rata ke seluruh bagian Indonesia. Per April, baru ada 114 zona musim (ZOM) wilayah yang mengalami musim panas mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

"Sebesar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (7/4).

Baca juga:

DPR Tekan Pemerintah Perkuat Mitigasi Kesehatan dan Perkuat Layanan Medis Hadapi Efek El Nino



Adapun 184 ZOM atau 26,3 persen menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 163 ZOM (23 persen) pada Juni 2026. Situasinya, risiko kemarau yang akan dialami tiap ZOM juga berbeda.

Ardhasena menjelaskan awal kemarau di 325 ZOM (46,5 persen) diprediksi lebih cepat daripada biasanya. Sebanyak 173 ZOM (24,7 persen) wilayah memasuki kemarau di waktu yang sama seperti biasanya, dan sebanyak 72 ZOM (10,3 persen) wilayah akan lebih lama kemaraunya daripada biasanya.

“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya.

Puncak kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.

Pada Agustus, wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Pulau Papua akan mengalami kemarau.

Pada periode September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT. Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.

BMKG menyebutkan tahun ini musim kemarau Indonesia bersifat lebih kering daripada biasanya 64,5 persen dengan waktu paling panjang. Selain itu, ada pula berapa wilayah yang mengalami kemarau dengan sifat lebih normal bahkan lebih basah seperti di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum yang akan lebih kering di 451 ZOM (64,5 persen) dan normal di 245 ZOM (35,1 persen). Sebaliknya, hanya terdapat 3 ZOM (0,4 persen) di wilayah yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah.

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ujar Faisal.

Faisal menyebutkan pentingnya langkah antisipasi dilakukan stakeholder negara mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang lebih panjang daripada biasanya. Ia mengatakan, stakeholder di sektor pangan sudah menyiapkan varietas yang cocok menghadapi musim kemarau. Dengan begitu, tanaman petani tetapbisa bertahan walaupun dalam kondisi tahan kekeringan dan bisa dipanen segera karena siklus panennya bisa lebih singkat.

Tak cuma itu, Faisal mengataakan perlunya revitalisai waduk. Hal ini betujuan mengamankan stok air untuk kebutuhan masyarakat. "Perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi,” katanya.

Selain itu, pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga perlu diantisipasi. "Pemerintah daerah perlu menyiapkan mekanisme respons cepat untuk menghadapi penurunan kualitas udara dan meningkatkan kesiapsiagaan di sektor kehutanan guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," katanya.(tka)

Baca juga:

Pemerintah Ngaku sudah Berpengalaman Hadapi El Nino Godzilla

#Kemarau #Fenomena El Nino #BMKG
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Olahraga
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Hampir sebagian besar ilayah Sumatera Utara diguyur hujan sejak siang hingga sore.
Frengky Aruan - Rabu, 10 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Indonesia
El Nino Bakal Menggila Hingga Paruh Kedua 2026, Pemerintah Diminta Antisipasi Ancaman Kekeringan
Daniel Johan juga mengingatkan potensi serangan hama kuat saat kondisi lahan kering berlebihan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
El Nino Bakal Menggila Hingga Paruh Kedua 2026, Pemerintah Diminta Antisipasi Ancaman Kekeringan
Indonesia
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Gempa susulan masih mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada 15 kali gempa susulan sejak Senin (8/6).
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Indonesia
Prakiraan Cuaca 8-11 Juni: Angin Kencang Bakal Hantam Belasan Provinsi di Indonesia
Menyikapi potensi ancaman hidrometeorologi, lembaga pemantau cuaca ini meminta masyarakat memperketat proteksi diri
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 8-11 Juni: Angin Kencang Bakal Hantam Belasan Provinsi di Indonesia
Indonesia
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Meskipun bersumber dari zona non-megathrust, kekuatan guncangan raksasa tersebut tetap menyebabkan deformasi batuan bawah laut secara signifikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Indonesia
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Indonesia
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Gempa 7,7 SR mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) memicu peringatan tsunami. BMKG menyebut gempa akibat subduksi lempeng dengan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Indonesia
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Episenter gempa berada di laut lepas timur Pulau Sangihe, berbatasan langsung dengan Filipina, pada kedalaman 105 km. Lokasi episenter tercatat di koordinat 5,69° LU dan 125,05° BT.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta: Cuaca Cerah Kepung Warga Ibu Kota Seharian Penuh Hari Ini 8 Juni 2026
Baru menjelang malam, giliran wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, serta Jakarta Timur mendapat giliran sapuan awan tipis berawan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta: Cuaca Cerah Kepung Warga Ibu Kota Seharian Penuh Hari Ini 8 Juni 2026
Bagikan