Muncul Klaster COVID-19 "Pedagang Ikan" di Yogyakarta

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 08 Juni 2020
Muncul Klaster COVID-19

Pemkab Sleman melakukan RDT atau tes cepat kedua kepada pengunjung swalayan Indogrosir yang pada RDT tahap pertama hasilnya nonreaktif. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penyebaran virus corona di Yogyakarta bertambah. Sebuah kluster baru kluster yang diberi nama "pedagang ikan" ini diduga mucul dari seorang penjual di Karangmojo Jawa Tengah.

Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, hingga Minggu (7/6), tercatat total ada enam warga DIY yang positif corona karena pernah berkontak dengan pedagang ikan dari Jawa Tengah itu. Seluruh warga yang positif corona berasal dari Gunungkidul.

Baca Juga:

Polda Metro Tunggu Keputusan Anies soal Ganjil Genap untuk Motor

"Berdasarkan hasil tracing, mereka sesama pedagang ikan pernah kontak dengan supplier ikan dari itu. Satu orang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan hari Minggu (7/6). Lainnya positif sebelum hari Minggu," jelas Berty di Yogyakarta, Minggu (7/06) malam.

Pemda DIY pun tidak tinggal diam. Usai satu penjual ikan di Gunung Kidul dinyatakan positif corona, Pemda telah menginstruksikan Pemkab Gunungkidul melakukan tracing dan rapid test pada pedagang iklan di beberapa pasar tradisional.

Kegiatan "rapid test" acak kepada pedagang di pasar tradisional di Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2020). (FOTO ANTARA/Eka AR)
Kegiatan "rapid test" acak kepada pedagang di pasar tradisional di Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2020). (FOTO ANTARA/Eka AR)

Tak hanya di Gunung Kidul, Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Bantulpun juga telah melakukan rapid test di sejumlah pasar tradisional. Lantaran penjual ikan Jawa Tengah ini juga menyuplai iklan ke para pedagang di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul dr Dewi Irawanty mengatakan, pihaknya sudah melakukan tracing pada 311 pihak untuk menekan pasien positif dari klaster baru ini.

Penambahan klaster baru ini menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta kini memiliki lima kluster. Empat kluster sebelumnya adalah klaster jemaah tablig di Gunung Kidul, klaster jamaat tablig di Sleman, klaster jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Kota Yogyakarta, serta klaster Indogrosir di Sleman.

Baca Juga:

Update COVID-19 Senin (8/6): 32.033 Positif, 10.904 Sembuh

Pemda DIY mencatat total orang dalam pemantauan (ODP) di DIY hingga Minggu (7/6) mencapai 6.920 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan tes swab) tercatat 1.608 orang.

Dari jumlah PDP tersebut, 1.214 orang di antaranya dinyatakan negatif corona, 244 orang positif di mana 183 orang di antaranya sembuh, dan delapan meninggal, sedangkan yang masih menunggu hasil 150 orang dengan 18 di antaranya telah meninggal. (Teresa Ika)

Baca Juga:

Anies Perintahkan Satpol PP Pantau Semua Gedung Perkantoran

#Virus Corona #Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Bagikan