MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menduga Partai Demokrat sudah tak nyaman berada di koalisi Prabowo-Sandi. Menurut Ray, posisi Demokrat di koalisi pasangan 02 tersebut bukanlah partai yang menentukan.
"Sejauh yang kita lihat, posisi PD di dalam koalisi memang seperti ada dan tiada. Oleh karena itu, pertemuan berulang AHY dengan Jokowi tidak mewakili politik rekonsiliatif koalisi Prabowo dengan koalisi Jokowi. Dan faktanya memang, berbagai langkah itu malah dikritik oleh partai koalisi Prabowo," kata Ray kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (6/6).
Direktur Lingkar Madani Indonesia ini menambahkan, nampaknya ada perubahan strategi politik yang drastis dari Demokrat
BACA JUGA: Demokrat: Pertemuan Keluarga SBY dengan Megawati Tak Bicara Politik
"Dari menunggu ke mendatangi. Dari biasanya pasif ke aktif," imbuh Ray.
Ray menambahkan, hal ini terjadi tidak lepas dari evaluasi internal pihak Susilo Bambang Yudhoyono.
"Belajar dari berbagai pengalaman terlambat secara politik dalam beberapa kasus terakhir, mengakibatkan strategi politik harus dirubah. Bila selama ini lebih banyak menunggu, saatnya langsung menjemput," ucap Ray.
Dan strategi terlihat jauh lebih ampuh dan sesuai dengan usia Agus Harimurti Yudhoyono yang masih muda.
"Oleh karena itu, AHY, nampaknya, tak lagi bersikap menunggu diujung, tapi jika perlu menjemput, terlibat dari awal dan bahkan dapat menginisiasi," ungkap Ray.
BACA JUGA: Sekjen Demokrat: SBY yang Dukung AHY dan Ibas Bertemu Megawati
"Dalam pertimbangan itulah, maka saya melihat seluruh langkah AHY ataupun SBY paska pencoblosan adalah langkah taktis untuk konsolidasi posisi AHY dan umumnya posisi PD," tambah Ray. (Knu)