MerahPutih.com - Pihak kepolisian mengungkap motif WHD, pria bersorban putih yang memprovokasi masyarakat untuk menerobos pos penyekatan mudik Lebaran.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy menerangkan, eks Wakil Ketua FPI Aceh itu kesal dengan kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan aliran yang dianut.
“Memang karena dasar kebencian yang dimiliki oleh yang bersangkutan kepada pemerintah,” kata Winardy saat dihubungi wartawan, Selasa (11/5).
Baca Juga:
Winardy menyebut video viral di media sosial beberapa waktu lalu itu bukan yang pertama.
Tersangka ternyata kerap membuat video-video serupa yang ditujukan kepada pemerintah.
“Menurut yang bersangkutan, pemerintah adalah antek-antek komunis. Yang bersangkutan memang sering membuat video provokatif sebelumnya,” jelasnya.
Seperti diketahui, pengungkapan kasus ini bermula saat video WHD viral di media sosial. Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan mudik Lebaran 2021.
Dalam video provokatif tersebut sempat diviralkan oleh akun Instagram @cetull.22 dan akun Facebook Zakarya Alhanafi pada 08 Mei 2021.
Dalam video terlihat WHD meminta warga kompak menerobos pos penyekatan mudik agar bisa pulang ke kampung halaman.
Tim Virtual Police langsung melakukan penyelidikan dan pelaku diketahui berinisial WHD asal Desa Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Polisi akhirnya menangkap pelaku pada Minggu (9/5).
Saat ini, WHD telah ditetapkan sebagai tersangka dan mulai dilakukan penahanan mulai Senin (10/5) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan persangkaan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45a ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Baca Juga:
Polisi Kerahkan Ratusan Personel Tambahan di Penyekatan Jalur Pantura
Berikut kalimat provokatif yang dibuat WHD dalam video pendek yang viral:
Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan, lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu.
Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis.
Jaga persatuan, pupuk persatuan, lawan rezim yang zalim ini. Terobos di mana semua tempat-tempat penyekatan, perbatasan-perbatasan. Indonesia milik kita, merdeka Indonesia dengan kalimat takbir. Allahuakbar. Kita sudah sangat toleransi, tetapi mereka tidak toleransi dengan kita, Islam. Mereka ingin membungkam Islam, ingin membunuh orang Islam, ingin menghilangkan agama Islam. Sebelum terlambat, bangkit, berjuang. Takbir, allahuakbar. (Knu)
Baca Juga:
Polisi Biarkan Rombongan Pemudik Lewati Pos Penyekatan di Kedungwaringin