Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan Berdarah Korea Utara

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 11 Mei 2017
Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan Berdarah Korea Utara

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan istrinya Kim Jung-sook saat mereka tiba di istana kepresidenan Rabu (10/5). (ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Politisi liberal Moon Jae-in menang dalam Pemilihan Presiden Korea Selatan, Selasa (9/5). Kemenangan Moon akan mengakhiri pergolakan politik selama beberapa bulan yang mengarah kepada pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye oleh parlemen terkait skandal korupsi.

Dalam sambutan di panggung yang telah disediakan di alun-alun utama di Seoul, Moon yang dikelilingi para pemimpin Partai Demokratik, berjanji akan mengantarkan era baru bagi sebuah negara yang "babak belur" dilanda skandal.

"Saya akan membuat sebuah negara yang adil dan bersatu," kata Moon seperti dikutip Antara. Moon unggul dengan perolehan suara 39,6 persen.

Pesaingnya yang konservatif, mantan jaksa Hong Joon-pyo, berada di posisi kedua dengan perolehan suara 26,3 persen, disusul kandidat yang bergaris tengah Ahn Cheol-soo dengan 21,3 persen.

Lalu sosok seperti apa Moon Jae-in? Park sebelumnya pada tahun 2012 kalah dalam pemilihan Presiden Korea Selatan oleh Park Geun-hye.

Seperti dilansir Guardian, Korea Utara--rival negara Moon--mengindikasikan bahwa Moon adalah kandidat favorit mereka. Pernyataan Korea Utara melalui media pemerintah, menyerukan pemilih Korea Selatan untuk "menghukum kelompok beneka konserfativ" yang merujuk pendahulu Moon, Park Geun-hye.

Moon lahir 24 Januari 1953 di Geoje, Korea Selatan. Ia adalah putra sulung dari lima bersaudara pasangan Moon Yong-hyung dan Kang Han-ok. Ayah-ibunya merupakan pengusi dari Korea Utara. Ayah Moon mengungsi dari Provinsi Hamgyeong Selatan, Korea Utara. Ia masuk ke Korea Selatan saat Perang Korea, tahun 1953.

Asal muasal keluarga Moon ini yang menjadi perhatian banyak pihak, terutama ketika ketegangan dua negara itu akhir-akhir ini semakin meningkat. Moon diprediksi mempunyai pendekatan berbeda dengan para pendahulunya dalam menyikapi ketegangan dengan negera tetangga--sekaligus tanah leluhurnya--dalam persoalan nuklir yang tak kunjung selesai.

Meski demikian, Moon menampilkan dirinya di hadapan pemilih tua konservatif bahwa ia seorang pragmatis. Moon setelah kekalahannya dalam Pemilihan Presiden lima tahun lalu, ia menahan diri untuk terang-terangan mengkritik Presiden AS Donald Trump selama krisis di Semenanjung Korea. Bahkan, ia menyatakan satu "arah" dengan Trump soal kebijakan Obama menganai "kesabaran strategis" sebagai sebuah kegagalan.

Sebagai anak yang berasal dari keluarga pengungsi, Moon kecil hidup dalam kemiskinan. Namun, ia unggul di bangku sekolah dan bisa masuk universitas di Souul pada 1970. Moon mengambil jurusan hukum.

Saat ia mahasiswa, Korea Selatan berada di bawah kediktatoran penguasa militer Park Chung-hee yang merupakan ayah dari Presiden Park Geun-hye. Ia juga tampil dalam demonstrasi di jalan-jalan menuntut kebebasan sipil dan politik. Moon sempat ditangkap dan dikeluarkan dari kampus, namin kemudian diizinkan kembali dan menyelesaikan studinya.

Moon bersumpah untuk menghidupkan hubungan Korea Selatan yang membeku dengan Korea Utara. Ia menyatakan mendukung untuk mengadakan pembicaraan langsung dan memulai kembali proyek kerja sama ekonomi. Demikian seperti dikutip Aljazeera.

Asisten Profesor Kajian Asia Timur di Universitas Sheffield Markus Bell menyatakan bahwa Moon akan merayakan kemenangan dengan singkat. Itu karena Moon akan langsung menghadapi uji coba nuklir Korea Utara. "Kim (Jong Un) dan Trump cenderung mengujinya sejak awal," katanya.

Baca juga berita tentang ketegangan di Semenanjung Korea dalam artikel: Korea Utara Uji Coba Peluru Kendali Balistik

#Korea Selatan #Korea Utara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Bagikan