MerahPutih.com - Modus baru praktik siaran langsung atau live streaming bermuatan pornografi menggunakan aplikasi media sosial (medsos) TikTok dan Tevi terbongkar.
Para pelaku memanfaatkan aplikasi populer TikTok sebagai pintu masuk, lalu mengarahkan penonton ke aplikasi Tevi untuk menyaksikan tayangan vulgar yang lebih lengkap.
Enam orang tersangka berhasil diamankan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim. Mereka terlibat dua perkara berbeda dengan modus yang relatif serupa.
Baca juga:
Fakta Mengejutkan Skandal Video Viral Kepsek dan Guru SD Pekalongan, CCTV Sengaja Dipasang?
Pakai Modus Fitur Pertarungan Koin
Dalam perkara pertama, Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Brigjen Adex Yudiswan mengungkapkan penyidik mengamankan tiga tersangka berinisial RA (20), RY (26), dan MK (21) di wilayah Bandung hingga Cianjur, Jawa Barat.
Dalam menjalankan aksinya, RA berperan sebagai talent, sedangkan RY bertindak sebagai host. Keduanya melakukan siaran langsung melalui fitur Pertarungan Koin (PK) untuk meningkatkan jumlah penonton dan interaksi,
Brigjen Adex Yudiswan, Rabu (9/9).
Adex menjelaskan RA sengaja dibuat kalah dalam fitur PK sehingga membuka dan menutup pakaian. RY lalu mengarahkan penonton untuk memberikan tap layar hingga mencapai target 5K–10K. Penonton lalu diarahkan ke aplikasi Tevi untuk melihat aksi RA yang lebih vulgar dengan bantuan MK.
“Penonton yang ingin mengikuti siaran lanjutan diwajibkan memiliki deposit dan membeli star atau bintang sebagai akses menonton dengan nilai sekitar Rp 5.000,” imbuhnya.
Baca juga:
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Penonton juga bisa transfer langsung ke akun DANA dengan nominal Rp 1.000 – Rp2.000 untuk akses menonton. Target keuntungan para pelaku berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per sesi.

Ilustrasi video mesum. (NET/IST)
TikTok Jadi Pancingan, Versi Vulgar di Tevi
Untuk kasus perkara kedua melibatkan PA, DI, dan SS di Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Modusnya hampir sama.
Menurut Adex, talent melakukan adegan asusila dengan memamerkan atau mempertontonkan area intim kepada penonton di TikTok.
Adex menambahkan lalu host mengarahkan penonton untuk memberikan donasi, sawer, atau gift (hadiah) dengan target nominal sekitar Rp 250 ribu sampai dengan Rp 400 ribu.
“Apabila target tersebut terpenuhi, talent akan berpindah ke aplikasi Tevi di mana pada aplikasi tersebut talent dapat melakukan live asusila tanpa di-banned oleh platform Tevi,” tandas jenderal polisi bintang satu itu. (*)