MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH telah menetapkan perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024. Di lain sisi, sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), November 2024 memasuki musim penghujan.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dalam melakukan mitigasi terjadinya becana alam banjir.
Baca juga:
PKS Masih Tergoda Anies untuk Pilkada DKI 2024, Nilai Punya Rekam Jejak Baik
Hal itu dilakukan mengingat pada gelaran Pemilu 2024 pada 14 Februari banyak tempat pemungutan suara (TPS) yang kebanjiran akibat hujan deras.
"Ya, kami sudah belajar dari Pemilu 2024 ya, pertama kami koordinasi dengan Badan Penanganan Pencanaan Daerah untuk memetakan titik-titik banjir seperti apa," kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU DKI Jakarta Dody Wijaya di Jakarta, Rabu (17/4).
Dody menerangkan pihaknya juga akan memetakan wilayah yang terkena banjir pada pemilu lalu di kawasan Jakarta Utara. KPU Provinsi DKI Jakarta siap melakukan mitigasi agar perhelatan pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta berjalan lancar tanpa adanya gangguan bencana banjir.
"Ada beberapa titik yang memang tidak mungkin dilakukan karena genangannya cukup tinggi ya, jadi dilakukan pemilu lanjutan, atau pemilu susulan. Nah, jadi itu di beberapa titik. Kami akan lihat nanti November apakah masuk curah hujan yang tinggi atau seperti apa," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
KPU DKI Resmi Buka Tahapan Pilkada DKI, Pencoblosan Digelar 27 November