Misi Peradaban Pertama di Mars

Ana AmaliaAna Amalia - Rabu, 18 Februari 2015
Misi Peradaban Pertama di Mars

Mirror

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Tekno – Sebuah perusahaan antariksa Belanda membuka audisi untuk siapa saja yang mau mengemban misi hidup di Mars. Misi ini bukan hanya sekedar terbang menggunakan pesawat ruang angkasa, mendarat di Mars, kemudian kembali lagi ke bumi. Ini adalah misi membuat peradaban pertama di planet merah.

Seperti yang dilansir Mirror, lima warga Inggris bersedia menyerahkan hidup mereka di bumi untuk membuat peradaban di Mars, bahkan salah seorang perempuan Inggris mengatakan ia mau menjadi ibu pertama di Mars. (Baca: Wujud Slot Car di Abad 21)

Empat perempuan dan satu pria mendaftarkan diri untuk ikut misi Mars One Project bersama ratusan peserta lainnya. Mereka berlomba-lomba untuk mencoba misi bersejarah di Mars. 100 pesaing akan dipangkas menjadi empat awak yang bertujuan untuk menjajah planet merah dan menghabiskan sisa hari-hari mereka di sana.

"Untuk mencari bukti kehidupan masa lalu atau sekarang, untuk berbicara dengan kehidupan di sana dan menginspirasi anak-anak sekolah di Bumi, untuk membangun peradaban pertama di planet lain. Bagaimana orang bisa mengatakan tidak untuk itu? ,” kata Ryan MacDonald, seorang peserta misi Mars One asal Inggris.

"Saya sangat ingin memiliki bayi di Mars. Saya pikir itu akan sangat menarik untuk menjadi ibu pertama di planet Mars - kita akan menjadi Adam dan Hawa Mars ," kata Maggie Lieu (24) seorang mahasiswa astrofisika dari Coventry.

Lebih dari 200.000 orang melamar untuk menjadi anggota awak untuk misi yang dijalankan oleh perusahaan Belanda Mars One.

Misi ini akan mengirimkan para awak penjelajah pertama pada 2024. Perjalanan ke Mars, yang kira-kira 40 juta mil jauhnya tergantung pada posisinya dalam orbit, akan menghabiskan waktu sekitar 200 hari. Panitia mengatakan bahwa setiap dua tahun awak lain akan berangkat dari bumi untuk bergabung dengan penjajah di Mars.

50 pria dan 50 perempuan akan mengikuti misi ini secara bertahap. Kepala misi mengatakan 39 berasal dari Amerika Utara dan Selatan, 31 dari Eropa, 16 dari Asia, tujuh dari Afrika dan tujuh dari Australia. (Baca: Drone Teraman Mampu Selamatkan Manusia)

Pihak penyelenggara misi mengatakan, para awak akan menjelajah Mars dengan roket SpaceX’s Falcon Heavy.

Hingga saat ini, tim masih merancang tempat pendaratan dan sistem komunikasi di Mars. Banyak para ahli yang meragukan misi ini.

Igor Mitrofanov, dari Space Research Institute di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, mengkhawatirkan dosis radiasi yang terlalu tinggi di Mars akan berdampak buruk bagi para penjelajah.

#Luar Angkasa #Antariksa #Planet Mars
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Dunia
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Astronaut Artemis II kembali dengan selamat ke Bumi. Kapsul Orion mendarat sempurna di Samudra Pasifik dekat lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Indonesia
Misi Artemis II Jadikan Manusia Lakukan Perjalanan Terjauh dari Bumi
Saat berbincang langsung dengan para antariksawan, Presiden AS Donald Trump memuji pelaksanaan misi serta rencana eksplorasi angkasa ke depannya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Misi Artemis II Jadikan Manusia Lakukan Perjalanan Terjauh dari Bumi
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Batu Mars Terbesar di Dunia Dilelang, Terjual Seharga Rp 86,25 Miliar
Dikenal dengan nama NWA 16788, meteorit ini memiliki berat 24,5 kilogram.
Dwi Astarini - Kamis, 17 Juli 2025
Batu Mars Terbesar di Dunia Dilelang, Terjual Seharga Rp 86,25 Miliar
Fun
Katy Perry Jelajah Antariksa Cuma 10 Menit, Tapi Biayanya Sampai Miliaran Rupiah!
Temukan berapa biaya sebenarnya untuk perjalanan menembus antariksa dan siapa yang bisa ikut serta!
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 15 April 2025
Katy Perry Jelajah Antariksa Cuma 10 Menit, Tapi Biayanya Sampai Miliaran Rupiah!
Lifestyle
IShowSpeed Ungkap Ingin Live Bareng Elon Musk di Luar Angkasa
IShowSpeed ingin live bareng Elon Musk di luar angkasa. Hal itu menjadi impian terbesarnya saat ini.
Soffi Amira - Minggu, 15 Desember 2024
IShowSpeed Ungkap Ingin Live Bareng Elon Musk di Luar Angkasa
Dunia
Ilmuwan Temukan Sampel Asteroid Ryugu, Apa Artinya?
Ilmuwan temukan sampel asteroid Ryugu. Lalu, apa arti dari penemuan sampel tersebut?
Soffi Amira - Minggu, 01 Desember 2024
Ilmuwan Temukan Sampel Asteroid Ryugu, Apa Artinya?
Dunia
Kesehatan Astronaut yang Terjebak di ISS Menurun, Dokter Mulai Khawatir
Kesehatan astronaut yang terjebak di ISS kini memprihatinkan. Keduanya sudah terjebak di sana selama 153 hari.
Soffi Amira - Selasa, 12 November 2024
Kesehatan Astronaut yang Terjebak di ISS Menurun, Dokter Mulai Khawatir
Lifestyle
Kai Cenat Ingin Pecahkan Rekor Jadi Streamer Pertama di Luar Angkasa
Kai Cenat ingin menjadi streamer pertama di luar angkasa. Ia pun meminta bantuan pendiri SpaceX, Elon Musk, untuk mewujudkan impiannya.
Soffi Amira - Senin, 11 November 2024
Kai Cenat Ingin Pecahkan Rekor Jadi Streamer Pertama di Luar Angkasa
Dunia
Misi Shenzhou-18 Kembali ke Bumi, Bawa Sampel untuk Eksplorasi Ekstraterestrial
Sebanyak 34,6 kg sampel eksperimen stasiun angkasa luar yang dibawa meliputi mikroorganisme, material aloi, dan nanomaterial yang sulit disiapkan di Bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 05 November 2024
Misi Shenzhou-18 Kembali ke Bumi, Bawa Sampel untuk Eksplorasi Ekstraterestrial
Bagikan