Miras Kembali Merenggut Nyawa Pemuda Papua

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 17 April 2017
Miras Kembali Merenggut Nyawa Pemuda Papua

Aparat Polres Garut razia miras oplosan. (MP/Tasdik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebanyak enam warga Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua, dikabarkan tewas setelah mengonsumsi minuman beralkohol racikan atau oplosan pada Jumat (14/6) sore.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Minggu malam mengatakan jajaran Mapolsek Kamu menerima laporan pada Jumat (14/4) malam bahwa ada enam warga tewas karena mengonsumsi minuman beralkohol atau racikan.

"Keenam orang warga ini diduga tewas setelah mengonsumsi minuman beralkohol racikan atau oplosan," katanya.

Berdasarkan keterangan dalam laporan, kata Kamal, peristiwa itu bermula pada Jumat (14/4) sekitar pukul 10.00 WIT di Kampung Denemani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, ada enam warga bernama Yosep Yobee Ekari, Marthinus Goo Ekari, Yulianus Aanouw, Anthon Kegakoto, Berthus Yobee, dan Mesak Pekey Yobee yang mengonsumsi minuman yang diduga jenis alkohol.

"Setelah bersama-sama mengkonsumsi minuman tersebut para korban kembali ke rumah masing-masing, kemudian sekitar pukul 16.00 WIT korban Martinus Goo Ekari dibawa ke Puskesmas oleh keluarga dan dinyatakan meninggal dunia pukul 18.00 Wit dan langsung di bawa pulang oleh keluarga," katanya.

"Sekitar pukul 18.30 WIT korban Yosep Yobee Ekari dibawa ke Puskesmas oleh keluarga dan dinyatakan telah meninggal pada Pukul 20.00 WIT dan sekitar pukul 23.00 WIT. Korban diantar pulang oleh keluarga duka bersama Wakapolsek Kamu dan tiga anggota piket jaga," ujarnya.

Lebih lanjut, Kamal menjelaskan, pada Sabtu (15/4) pukul 11.30 WIT, Kanit Reskrim Polsek Kamu bersama anggota Bhabinkamtibmas Kampung Bukapa dan piket jaga melakukan mediasi di rumah para korban, namun ditolak dengan alasan pihak keluarga mau mencari siapa yang membuat minuman oplosan yang dikonsumsi para korban.

Pada pukul 22.10 WIT, Bripka Melianus kembali menerima telepon dari Isak Kotouki bahwa korban Yulianus Anouw, Anthon Kegakoto dan Bertus Yobee telah dikuburkan.

Terkait kasus ini, kata Kamal, Polsek Kamu tengah mendalami dengan meminta keterangan dari para saksi, di antaranya Otnel Anouw (43), Yesaya Iyai (40), dan Isak Kotouki (45).

Sumber: ANTARA

#Minuman Keras #Papua #Kapolda Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan