Kesehatan

Minum Air Cukup untuk Hindari Batu Empedu

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 10 Oktober 2024
Minum Air Cukup untuk Hindari Batu Empedu

Batu Empedu bahaya bagi tubuh. (foto: unsplash/Robina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BATU empedu adalah gumpalan padat yang terbentuk di dalam kandung empedu, organ kecil yang terletak di bawah hati dan berfungsi menyimpan empedu. Empedu adalah cairan yang membantu mencerna lemak. Batu empedu dapat bervariasi dalam ukuran, mulai dari sekecil butir pasir hingga sebesar bola golf.

Seperti dilansir Alodokter, terdapat dua jenis utama batu empedu, yakni batu kolesterol dan batu pigmen. Batu kolesterol merupakan jenis yang paling umum dan terbentuk ketika ada kelebihan kolesterol dalam empedu. Sementara itu, batu pigmen ialah jenis yang lebih kecil dan lebih gelap, terbentuk dari bilirubin, zat yang dihasilkan ketika sel darah merah hancur.



Gejala Batu Empedu



Banyak orang dengan batu empedu tidak mengalami gejala (dikenal sebagai 'batu empedu diam'). Namun, jika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada saluran empedu, gejala yang muncul dapat meliputi:

- Nyeri di bagian kanan atas perut, terutama setelah makan makanan berlemak.

- Mual atau muntah.
?
- Kuning pada kulit atau bagian putih mata (jaundice) jika ada penyumbatan saluran empedu.

Baca juga:

Mengenal ERCP, Terapi Unggulan untuk Penderita Batu Empedu

Cara Terhindar dari Batu Empedu



Mencegah batu empedu dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana dalam gaya hidup. Berikut beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena batu empedu:


- Menjaga Berat Badan yang Sehat

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko batu empedu. Usahakan untuk menjaga berat badan ideal dengan diet seimbang dan olahraga teratur.



- Diet Seimbang

Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian. Hindari makanan berlemak jenuh dan kolesterol tinggi, seperti makanan cepat saji dan makanan olahan.

- Minum Cukup Air

Dehidrasi dapat meningkatkan risiko pembentukan batu empedu. Pastikan untuk minum cukup air setiap hari untuk menjaga cairan tubuh.



- Berolahraga Secara Teratur

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menurunkan risiko batu empedu. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.



- Hindari Diet Ekstrem

Diet yang sangat rendah kalori atau kehilangan berat badan yang cepat dapat meningkatkan risiko batu empedu. Jika ingin menurunkan berat badan, lakukan dengan cara yang sehat dan bertahap.


- Konsumsi Lemak Sehat

Mengganti lemak jenuh dengan lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal (misalnya minyak zaitun) dan lemak omega-3 (misalnya ikan salmon) dapat membantu menjaga kesehatan empedu.(far)

Baca juga:

Perbanyak Konsumsi Lemak Sehat agar Sel Sperma Berkualitas

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan