MerahPutih.com - Sejumlah kerumunan massa dan ketidakpatuhan masyarakat di Jakarta masih terjadi selama penyelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung. Hal inilah yang diindikasi sebagai faktor masih adanya pertambahan jumlah pasien positif corona.
Kepolisian dan TNI pun mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk mencegah adanya kerumunan massa dan ketidakpatuhan masyarakat tersebut.
Baca Juga
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, selain mencegah adanya tindak kriminal, siskamling rutin bisa memberikan edukasi bagi masyarakat soal protokol kesehatan yang mesti diikuti.
"Disiplin terhadap semua protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, jaga jarak, tak berkerumun dan pentingnya isolasi mandiri bagi yang terjangkit," kata Susatyo dalam keterangan persnya di Jakarta Pusat, Minggu (10/5).
Susatyo yang segera menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Banten ini mengakui, tugas pengamanan melibatkan masyarakat ini cukup sulit. Karena melawan 'musuh' yang tak terlihat yakni virus corona itu sendiri.
"Karena kita melawan musuh yang tak terlihat. Perlu gotong royong untuk melawan virus ini. Karena dengan kekompakan dan kedisiplinan lah kita bisa menyelesaikan pandemi ini," jelas adik dari Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo ini.
Pihaknya pun menggandeng sejumlah eks napi asimilasi yang kini sudah berbaur dengan masyarakat untuk menjaga keamanan ketertiban.
"Ini sudah jadi program kami. Kami tak ingin tinggalkan eks warga binaan yang telah dibebaskan. Kami rangkul karena mereka butuh diperhatikan dan dirangkul oleh tokoh masyaraka setempat," jelas Susatyo
Susatyo melanjutkan, siskamling ini didirikan hampiri di semua 382 RW. Ini untuk memperkuat sistem pengamanan yang sudah berlangsung.
"Kami dorong gugus tugas di tingkat RT dan RW itu bisa menjalankan tugas dan fungsinya. Ini berlangsung sampai PSBB berakhir lah," terang Susatyo.
Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana memastikan, jika terdapat kerumunan, lanjutnya, akan dikenakan sanksi berupa teguran.
"Akan kami tindak tegas kalau melawan," tambah Wahyu.
Baca Juga
Wahyu mengatakan jajarannya selalu mengantisipasi tindak kriminal di Jakarta Pusat.
"Sama halnya dengan pak Wakapolres Jakarta Pusat, jangan ada yang berani macam-macam di wilayah Jakarta Pusat," tegas Wahyu. (Knu)

