Minta Kenaikan Tarif PAM Ditunda, PSI DKI: Perbaiki Dulu Kebocoran dan Layanan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 04 Desember 2024
Minta Kenaikan Tarif PAM Ditunda, PSI DKI: Perbaiki Dulu Kebocoran dan Layanan

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo (DPRD DKI Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo meminta PAM Jaya menunda rencana kenaikan tarif air bersih di Jakarta.

Menurut Francine, kenaikan tarif air bersih hanya akan bisa diterima masyarakat jika PAM Jaya mampu menunjukkan perbaikan nyata dalam kualitas layanan dan efisiensi operasional.

"Mengurangi kebocoran air dan menindak pelanggan nakal akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan layanan tanpa harus langsung membebani masyarakat dengan kenaikan tarif,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/12).

Francine mengingatkan, saat ini PAM Jaya masih mengalami kebocoran air hingga 46 persen yang membuat BUMD ini menjadi tidak efisien.

Baca juga:

DPRD Minta Wacana Penyesuaian Tarif PAM Jaya Dikaji Lagi

"Dalam rapat Komisi B, saya sering menekankan pentingnya mengatasi tingkat kebocoran air yang saat ini mencapai 46 persen. Dari angka tersebut, 20 persen di antaranya disebabkan oleh pelanggan nakal yang tidak sesuai peruntukan kelasnya," sesal Francine.

Kenaikan tarif air bersih bukan hal yang terlalu mendesak. Apalagi PAM Jaya tidak pernah merugi sampai saat ini. "Saya mendesak agar upaya-upaya perbaikan diprioritaskan terlebih dahulu, sehingga masyarakat dapat melihat keseriusan PAM Jaya dalam meningkatkan layanan sebelum meminta tambahan beban biaya," pinta Francine.

Anggota Komisi B ini juga menyoroti proyek galian jalan oleh PAM Jaya untuk pemeliharaan jaringan pipa air bersih yang banyak dikeluhkan masyarakat karena pengerjaannya lambat dan tidak memperhitungkan dampak kemacetan yang ditimbulkan.

Baca juga:

PAM JAYA Ambil Alih Pekerjaan Kerusakan Pipa di Jalan Satrio

"Ini menunjukkan kurangnya perencanaan yang matang dari pihak terkait. Proyek di badan jalan harus dilakukan dengan efisien, meminimalkan waktu pengerjaan, dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi," ujar Francine.

Francine mendorong PAM Jaya untuk lebih proaktif dalam merencanakan dan mengelola proyek-proyek tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi maksimal kepada masyarakat, tidak hanya mengenai tujuan proyek, tetapi juga jadwal pengerjaan yang jelas serta rute alternatif yang tersedia.

"Jika masyarakat dipaksa menghadapi kemacetan tanpa informasi yang memadai, wajar jika muncul rasa frustrasi yang merugikan citra PAM Jaya itu sendiri," pungkas Francine. (Asp).

#PSI #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Bagikan