Minta Dilatih Kopassus, Brimob Tidak Berniat Saingi TNI

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Selasa, 28 Juli 2015
Minta Dilatih Kopassus, Brimob Tidak Berniat Saingi TNI

Presiden Joko Widodo memeriksa pasukan dalam upacara peringatan HUT Polri ke-69 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (1/7). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Mabes Polri memastikan permintaan latihan dua kompi personel brigade mobil (Brimob) untuk dilatih Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD sama sekali bukan untuk menyangingi TNI.

"Saya tegaskan bukan untuk menyaingi TNI," kata Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Suharsono di Mabes Polri, Selasa (28/7).

Suharsono menjelaskan permintaan tersebut secara resmi sudah disampaikan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun demikian hingga kini Mabes Polri belum mendapatkan jawaban resmi.

"Belum ada jawaban resmi, diiyakan atau tidak kami belum tahu," tandas Suharsono.

Di tepi lain Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Fuad Basya menjelaskan bahwa Panglima TNI belum menyetujui permintaan Kapolri agar Brimob dilatih Kopassus dan memiliki kemampuan Raider.

"Belum ada persejuan dari Panglima TNI," kata Jenderal bintang dua saat dihubungi MerahPutih.com, Selasa malam (28/7).

Alumnus akabri tahun 1981 menambahkan bahwa tugas utama dari polisi adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Polisi itu kan fungsinya untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk menghadapi masyarakat, apakah perlu rider?" kata Fuad.

Dengan dilatihnya Brimob oleh Kopassus, kata Fuad, masyarakat akan berpikir perang sudah semakin dekat. Hal ini tentu akan meresahkan masyarakat.

"Dampaknya berat," kata alumnus Akabri 1981. (bhd)

BACA JUGA:  

Brigjen TNI Muhammad Herindra Jadi Danjen Kopassus 

Alasan Panglima TNI Tidak Izinkan Brimob Dilatih Kopassus 

Panglima TNI Belum Ijinkan Brimob Dilatih Kopassus 

 

 

#Kombes Pol Suharsono #Kopassus #Brimob
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Tawuran antarwarga di Klender, Jakarta Timur, Senin pagi, dibubarkan aparat Brimob dengan gas air mata. Polisi menyita busur, ketapel, dan petasan dari lokasi bentrokan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Indonesia
Kopassus Pastikan Narasi Pangkopassus Pukul Protokoler Istana Hoaks
Melalui akun Instagram Kopassus @penkopassus, Selasa (21/4), Kopassus mencantumkan unggahan informasi tersebut tetapi dengan label Hoax dan Fake News.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Kopassus Pastikan Narasi Pangkopassus Pukul Protokoler Istana Hoaks
Indonesia
Profil dan Jejak Karier Letjen Djon Afriandi, Pangkopassus Baru TNI AD
Profil Letjen Djon Afriandi, Pangkopassus baru TNI AD. Simak jejak karier dari lulusan Akmil 1995 hingga pimpin Kopassus.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Profil dan Jejak Karier Letjen Djon Afriandi, Pangkopassus Baru TNI AD
Indonesia
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Kehormatan sebagai anggota Polri harus tecermin dalam sikap disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Indonesia
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Polri menghormati penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap institusi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Indonesia
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Peristiwa tragis ini memicu gelombang protes keras, menuntut evaluasi total atas keberadaan pasukan elit di tengah hiruk-pikuk masyarakat sipil
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Indonesia
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Bripda MS terancam 15 tahun penjara setelah menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku. Ia juga bisa dikenakan denda Rp 3 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Indonesia
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Kapolri Listyo Sigit pecat Bripda MS usai kasus siswa MTs tewas di Tual. Komisi III DPR minta proses pidana tetap berjalan tanpa impunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Indonesia
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Selain menjaga muruah institusi, pemecatan tersebut mempermudah lembaga penegak hukum memproses hukuman pidana Bripda MA.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Indonesia
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di sisi lain, proses pidana tetap bergulir secara independen sesuai ketentuan hukum berlaku guna memenuhi rasa keadilan publik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Bagikan