Minta Abraham Samad Dipecat, Ratusan Orang Demonstran Geruduk Istana Negara

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 28 Januari 2015
Minta Abraham Samad Dipecat, Ratusan Orang Demonstran Geruduk Istana Negara

foto: Hurri Rauf

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Perseteruan antara Polri dan KPK semakin memanas setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan dari Kapolri. Tak hanya di tingkat elite, konflik yang berawal dari kasus ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK memunculkan aksi demonstrasi dikalangan masyarakat.

Hal itu misalnya dapat dilihat dari adanya aksi demonstrasi di depan gedung Istana Negara, tempat berkantornya Presiden Jokowi. Ratusan massa aksi tampak memadati sepanjang jalan Merdeka Utara itu. Berbagai perlengkapan alat aksi mereka bawa, mulai dari poster dan spanduk gambar Abraham Samad. Poster dan Spanduk warna merah bertuliskan 'Pecat dan Adili Abraham Samad, Sterilkan KPK dari Politik Praktis Abraham Samad'.

Sementara itu, mobil komando yang dijadikan tempat meletakannya pengeras suara dihadapkan pada gedung Istana Negara agar Presiden Jokowi mendengar apa yang mereka suarakan. Puluhan personel polisi juga tampak menjaga-jaga untuk mengamankan aksi demonstrasi yang dilakukan organisasi yang mengatasnamakan 'Relawan Nasional' ini.

Koordinator Lapangan Aksi Relawan Nasional, Mochamad Sifrans mengatakan, bahwa KPK telah menjelma menjadi lembaga politik karena para pimpinannya terus manuver politik penuh retorika seperti seorang politisi untuk kepentingan pragmatisnya. Menurut Sifans, manuver politik lembaga ad hoc ini telah dilakukan berulang kali.

"Seperti bocornya sprindik Anas Urbaningrum, kasus suap buol, kasus simulator SIM, suap impor daging sapi," katanya.

Ia menuturkan, bahwa Abraham Samad dan Adnan Pandu secara sah melakukan pelanggaran kode etik. Bahkan, katanya, belakangan Abraham Samad bertingkah kembali dengan melakukan manuver politik kepada PDIP. Jika manuver politik ini benar dilakukan oleh Abraham, kata dia, dapat dikategorikan pelanggaran luar biasa atas etika pejabat publik.

"KPK sebagai benteng terakhir pemberantasan korupsi telah dijadikan alat kepentingan Abraham Samad untuk ambisi politik pragmatisnya," pungkasnya.

Sifans menambahkan bahwa pelanggaran seorang Abraham Samad kali ini tidak dapat ditolerir karena sudah melangkah jauh dari asas kepatutan etika moral seorang pimpinan lembaga Penegak hukum seperti KPK. Namun, tragisnya, dalam situasi saat ini ada kelompok kepentingan yang mencoba memberikan hak imunitas (kekebalan hukum) kepada pimpinan KPK. Hak imunitas itu, kata dia, sangat cederai asas kesamaan dimuka hukum.

"Mereka tentunya akan menjadikan Pimpinan KPK sebagai malaikat, padahal tangan mereka telah berlumuran darah karena telah merekayasa bahkan diduga melakukan transaksi kasus hukum selama ini. Nuansa politis lebih kental daripada penegakan hukum yang seharusnya dilakukan oleh KPK," katanya.

Maka dari itu, Sifans mengatakan bahwa Relawan Nasional menilai bahwa perlu dilakukan penyelamatan terhadap KPK dari kekuatan asing dan politik tertentu. Penyelamatan KPK misalnya bisa dilakukan dengan cara Jokowi memecat Abraham Samad karena dia telah menjadikan KPK sebagai alat untuk mengejar ambisi politiknya.

"Mendesak kepada Dewan Etika KPK untuk mengadili Abraham Samad karena diduga telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi," katanya. (Hur)

#Abraham Samad #KPK Vs Polri #Presiden RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tiba di Sidang Tahunan, Presiden Disambut Ketua MPR dan DPD
Setelah turun dari mobil kepresidenan Maung Garuda, disambut oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Keduanya lalu mengantar Prabowo masuk ke dalam gedung.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Tiba di Sidang Tahunan, Presiden Disambut Ketua MPR dan DPD
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan Seperti Semula
Jokowi juga menegaskan ia tidak menandatangani revisi UU KPK tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 13 Februari 2026
Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan Seperti Semula
Indonesia
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Jubir Prabowo sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh itu untuk berdiskusi.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Prabowo Subianto Gandeng Abraham Samad Hingga Susno Duadji Perkuat Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional
Presiden Prabowo sengaja mengundang Abraham Samad dan yang lain untuk mendengar perspektif langsung dari sosok yang memiliki rekam jejak kuat di bidang hukum
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Februari 2026
Prabowo Subianto Gandeng Abraham Samad Hingga Susno Duadji Perkuat Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional
Indonesia
Prabowo Bantah Takut dengan Jokowi, Minta Rakyat Hormati Mantan Presiden
Presiden RI, Prabowo Subianto, membantah takut dengan Jokowi. Ia mengatakan, bahwa masyarakat harus menghormati mantan pemimpin bangsa.
Soffi Amira - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Bantah Takut dengan Jokowi, Minta Rakyat Hormati Mantan Presiden
Indonesia
Jokowi Jadi Dewan Penasihat Bloomberg, Pengamat Pertanyakan Kualitas Bahasa Inggris dan Prestasinya
Diduga, ada 'permainan belakang' dari penunjukan Jokowi oleh Bloomberg ini.
Dwi Astarini - Kamis, 25 September 2025
Jokowi Jadi Dewan Penasihat Bloomberg, Pengamat Pertanyakan  Kualitas Bahasa Inggris dan Prestasinya
Indonesia
Jenazah Istri ke-7 Presiden ke-1 RI Soekarno Akan Dipulangkan ke Indonesia
Yurike menikah dengan Soekarno pada 6 Agustus 1964. Sebelum dipinang Sukarno, Yurike tercatat sebagai anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 September 2025
Jenazah Istri ke-7 Presiden ke-1 RI Soekarno Akan Dipulangkan ke Indonesia
Indonesia
Truk Berisi Alat Bakar dam Petasan Ditemukan di Lokasi Kerusuhan, Prabowo: ini Tindakan Terencana Membuat Kekacauan
Ia menekankan bahwa demonstrasi harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum.
Dwi Astarini - Senin, 01 September 2025
Truk Berisi Alat Bakar dam Petasan Ditemukan di Lokasi Kerusuhan, Prabowo: ini Tindakan Terencana Membuat Kekacauan
Indonesia
Penerima MBG Tembus 20 Juta Jiwa, PKB Optimistis Target Akhir Tahun Tercapai
Perlu evaluasi berkelanjutan agar program tetap berjalan sesuai mandat Presiden.
Dwi Astarini - Minggu, 17 Agustus 2025
Penerima MBG Tembus 20 Juta Jiwa, PKB Optimistis Target Akhir Tahun Tercapai
Bagikan