Prabowo Bantah Takut dengan Jokowi, Minta Rakyat Hormati Mantan Presiden
Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: Dok. Setpres RI
MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan kekecewaannya karena belakangan ini Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sering dijelek-jelekkan.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat meresmikan Proyek LOTTE Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (6/11) siang WIB.
Pabrik itu memiliki nilai investasi sebesar Rp 65 triliun. Mulanya, Prabowo mengaku sudah meminta Jokowi untuk datang ke acara itu.
"Saya minta Pak Jokowi diundang, karena saya lihat kok mulai ada budaya yang tidak baik. Pemimpin dikuyo-kuyo, dicari-cari (kesalahannya). Pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa? Ini harus kita ubah ya kan? Ini harus kita ubah," ucap Prabowo dalam pidatonya.
Baca juga:
Prabowo Mau Borong 30 Rangkaian KRL, Jumlah Penumpang Diprediksi Tembus 400 Juta Orang
Prabowo pun membantah, hubungan baiknya dengan Jokowi karena ia takut dengan mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan Pak Jokowi, enggak ada itu. Pak Jokowi itu ndak pernah titip apa-apa sama saya. Ya saya harus katakan yang sebenarnya kan gitu. Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi, enggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng sama beliau kok takut?"
Prabowo menegaskan, mantan pemimpin bangsa hendaknya dihormati, bukan malah dijelek-jelekkan.
Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menghormati Jokowi yang sudah memimpin Indonesia selama periode 2014-2024 itu.
Baca juga:
Projo Bakal Hilangkan Logo Muka Jokowi, Budi Arie Berikan Sinyal Tinggalkan Jokowi
Prabowo mengakui, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi mencapai sejumlah prestasi membanggakan. Jadi, sudah selayaknya pendahulunya tersebut diberi rasa hormat atas jasa-jasanya.
"Sudahlah saudara-saudara, beliau memimpin 10 tahun, diakui dunia bagaimana pun. Inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus," ujar Prabowo.
Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya itu lantas mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk pandai menghormati jasa semua pemimpin. Sebab, pemimpin juga manusia.
"Apakah pemimpin mahaparipurna? Ya tidak. Pemimpin pasti ada kekurangan. Tapi pada esensinya mari kita punya rasa keadilan di hati kita, marilah kita menjadi manusia yang jernih, marilah kita menghormati orang tua menghormati semua yang berjasa," ujar Prabowo.
Baca juga:
Prabowo Mau Bayar Utang Whoosh Pakai Uang Sitaan Korupsi, Ekonom: Enggak Bakal Cukup!
Kepala negara lantas mengingatkan budaya dan tradisi Indonesia di semua suku, termasuk Jawa, terkait hal tersebut.
"Hal yang baik kita angkat setinggi-tingginya. Kalau ada kekurangan ya kita pendem, kita perbaiki, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat menghujat, ejek mengejek, kita harus kerja keras," kata Prabowo. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Alwi Shihab Ungkap Sikap Prabowo soal Board of Peace dan Palestina, Tegaskan Dukungan Two-State Solution
Prabowo Marah-Marah, TNI-Polri Langsung Bersih-Bersih Sampah di Pantai Bali
Target Mulai Tahun Ini, Pemerintah Putar Otar Cari Skema Pembiayaan Program Gentengisasi
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
Bahas Isu Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Undang MUI, PBNU, dan Muhammadiyah
Prabowo Bakal Rutin Lakukan Pertemuan dengan Ormas Islam dan Pimpinan Ponpes, Digelar 3 Hingga 4 Bulan Sekali
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia III, Indonesia Tetap Terkena Dampaknya
Prabowo Sebut Kelapa Sawit 'Miracle Crop', Ungkap Alasan Prioritaskan Pengembangannya
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029