Merahputih.com - Otoritas Oman mengevakuasi seluruh kapal tanker dari Terminal Ekspor Minyak Mina al-Fahal sebagai langkah preventif menghadapi lonjakan tensi keamanan di kawasan Teluk Arab.
Langkah drastis pada Rabu (11/3) ini menargetkan pengamanan infrastruktur energi dan keselamatan navigasi maritim di tengah ancaman serangan yang kian nyata.
Ancaman Serangan Infrastruktur Energi
Keputusan pengosongan dermaga ini menyusul laporan mengenai meningkatnya risiko sabotase terhadap fasilitas minyak di negara-negara Teluk.
Terminal Mina al-Fahal, yang terletak 10 kilometer dari ibu kota Muskat, merupakan urat nadi utama bagi ekonomi Oman.
Evakuasi dilakukan setelah serangkaian serangan fisik menyasar kapal tanker di perairan internasional dalam beberapa pekan terakhir.
"Tindakan ini merupakan prosedur pencegahan untuk memastikan keselamatan fasilitas minyak dari potensi serangan yang menargetkan sektor energi," tulis laporan Bloomberg.
Dampak Perang dan Harga Minyak Dunia
Para pakar menilai bahwa manuver Oman mencerminkan kerentanan sektor energi akibat konfrontasi geopolitik, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Gangguan pada arus logistik di Teluk Arab dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global secara signifikan.
Jika stabilitas di jalur maritim utama ini terus terganggu, rantai pasokan energi dunia dipastikan akan mengalami disrupsi parah.
Pemerintah dan perusahaan pelayaran kini memperketat penjagaan guna menghindari kerugian lebih lanjut akibat meluasnya konflik di kawasan strategis tersebut.