Kesehatan

Mimpi Buruk Ternyata Ada Manfaatnya

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 06 Oktober 2020
Mimpi Buruk Ternyata Ada Manfaatnya

Mimpi adalah bunga tidur, bagaimana kalau mimpi buruk? (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MIMPI adalah bunga tidur, menurut anggapan dalam masyarakat. Namun kalau yang hadir mimpi burul, apakah dianggap sebagai bunga tidur?

Toh, mimpi buruk yang menyeramkan penuh dengan hantu atau bentuk hal yang menakutkan lainnya, ternyata memberikan manfaat. Faktanya sebuah hasil penelitian yang dimuat pada jurnal ilmiah berjudul Human Brain Mapping, disebutkan bahwa mimpi buruk memberikan manfaat.

Baca Juga:

Sering Mimpi Buruk? Begini Cara Mengatasinya

Menyiapkan otak

mimpi
Tidak kaget saat terjadi di dunia nyata. (Foto: Pixabay/hainguyenrp)


Yup, kamu mengalami mimpi buruk misalnya dimarahi bos. Maka, kamu tidak akan kaget ketika di kehidupan nyata mengalami hal serupa. Karena, mimpi buruk membantu otak untuk mempelajari situasi yang mengerikan ketika bermimpi buruk. Sehingga ketika terjadi di dunia nyata, otak akan memberikan respon yang lebih baik dalam artian tidak memberikan respon kaget kepada tubuh.

2. Melepaskan emosional

mimpi
Menjadi tempat pelepasan emosi. (Foto: Pexels/cottonbro)


Sebuah video yang keluarkan oleh New York Megazine, The Good Side of Bad Dreams menunjukan bahwa mimpi buruk dapat melepaskan emosional. Saat bermimpi buruk terjadi di tengah malam, kamu mungkin akan melepaskan semua emosional yang terjadi di kehidupan nyata sebelumnya. Sehingga hal ini berdampak positif ketika sudah bangun di pagi hari. Kamu akan merasa lebih ringan dan lebih bahagia.

Baca Juga:

6 Makanan Ini Ternyata Penyebab Kamu Bermimpi Buruk

3. Kesehatan fisik

mimpi
Mimpi buruk dapat membakar kalori. (Foto: Pexels/Ricardo Esquivel)


Ketika mimpi buruk, secara tidak langsung otak memberikan reaksi kepada tubuh seperti meningkatkan aliran darah, ketakutan yang membuat badan berkeringat dan meningkatkan detak jantung.Mengutip laman time.com, tidur yang mengalami mimpi buruk dapat membakar kalori sebanyak 50 sampai 100 kalori.

4. Penyebab mimpi buruk

mimpi
Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya mimpi buruk. (Foto: Pexels/Anatoliy Valentine)

Nah, lalu apa saja yang menjadi penyebab seseorang mengalami mimpi buruk? Ternyata orang yang memiliki depresi, makan sebelum tidur, mengomsumsi alkohol dan kurang tidur. Maka dari itu hindari hal-hal tersebut agar tidur lebih berkualitias. Dikutip laman alodokter, waktu ideal dewasa remaja rentang umur 18-25 tahun adalah 7-9 jam per harinya. (ray)

Baca Juga:

Benarkah Mimpi Buruk Dapat Membunuhmu?

#Kesehatan #Mimpi #Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan