Millenial Bangkit dari Pandemi, Jadi Lebih Strategis
Anak muda kini lebih mampu berpikir strategis. (Foto: Unsplash/Brooke Cagle)
PANDEMI yang melanda selama hampir dua tahun menambah banyak para pencari kerja di Indonesia. Tak hanya itu, jumlah pengangguran meningkat, bahkan sebagian besar didominasi milenial berpendidikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkann jumlah angkatan kerja pada Februari lalu mencapai 139,81 juta orang, naik 1,59 juta dibanding Agustus 2020. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada penduduk usia 20-24 tahun sebesar 17,66 persen pada Februari 2021, meningkat 3,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 14,3 persen.
Besarnya jumlah pengangguran di kalangan milenial memang mengkhawatirkan. Namun, sejumlah milenial tak mau berpangku tangan dan mereka terus bekerja mewujudkan mimpi dengan menggarap pasar digital. Terlebih digital marketing yang berkaitan langsung dengan passion mereka seperti fotografi, content marketing, desain, dan media sosial.
Baca juga:
7 Hal Penting yang Dibutuhkan Generasi Milenial untuk Bisa Hidup, Apa Benar?
“Sebelum pandemi, digital marketing memang tumbuh. Tapi pandemi membuat para pelaku usaha memahami urgensi untuk go digital. Kami yang berkecimpung di dunia digital merasakannya melalui peningkatan belanja iklan,” kata Vicky Sunaryo, seorang key opinion leader yang berbasis di Bandung.
Vicky mengatakan, pada awal pandemi gelombang pertama di 2020, kebutuhan endorsement sempat menurun. Namun, beberapa bulan kemudian, ketika kesadaran untuk menyintas di tengah pandemi meningkat, belanja iklan digital langsung meroket. “Karena hampir tidak ada lagi channel marketing yang bisa diakses kecuali digital,” kata Vicky.
Baca juga:
Di dunia digital, Vicky menggarap pasar wisata tematik, terutama di wilayah Jawa Barat. Sejumlah pemerintah daerah menggandengnya untuk mempromosikan destinasi wisata yang belum terlalu mainstream. “Banyak hidden gem wisata Jawa Barat yang aku promosikan di Instagram,” katanya.
Vicky mengaku, sektor wisata lumpuh selama pandemi tetapi tidak membuatnya berhenti menggarap konten pelesiran.
“Badai tidak abadi. Jika ada masa untuk mulai, maka ada masa untuk usai. Optimisme itu yang mendorong kami untuk terus berkarya,” katanya.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pearson pada 6.000 mahasiswa dan orangtua usia milenial, pandemi membuat mereka mampu berpikir strategis. Memahami pentingnya mengelola keuangan yang sehat dan menyiapkan dana darurat untuk menghadapi krisis.
“Selama pandemi, generasi ini telah menunjukkan kepada kita skill mereka dalam aktivisme, kreativitas, dan motivasi. Mereka mampu melalui salah satu badai terburuk dalam sejarah umat manusia, dan kini mereka adalah orang yang sama sekali berbeda,” kata Laura Howe, Senior Vice President, Global Corporate Communications, for Pearson. (and)
Baca juga:
Bukan Berkeluarga, Ini 3 Prioritas Gen Z dan Milenial Menurut Survei
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024