Merapi Keluarkan Lava Pijar 4 Kali, Warga Klaten Diminta Kembali ke Pengungsian

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 06 Januari 2021
Merapi Keluarkan Lava Pijar 4 Kali, Warga Klaten Diminta Kembali ke Pengungsian

Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar ke arah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1). (MP/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak empat kali, Selasa (5/1).

Dengan meningkatnya aktivitas tersebut, warga yang tinggal di zona kawasan rawan bencana (KRB) III atau berjarak 3 km dari puncak Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk segera kembali ke tempat pengungsian.

Kepala Desa Balerante Sukono mengatakan, ratusan warga lereng Gunung Merapi yang sebelumnya pulang ke rumah dari pengungsian untuk segera turun. Warga harus kembali ke tempat pengungsian secepatnya seiring meningkatnya aktivitas Merapi dengan mengeluarkan sebanyak empat kali guguran lava pijar.

Baca Juga:

Status Gunung Merapi Masih Siaga, Pengungsi Merapi Diminta Bertahan

"Warga lereng Merapi yang sebelumnya pulang dari tempat pengungsian karena merasa bosan, sekarang kami minta kembali," ujar Sukono, Rabu (6/1).

Ia mengatakan, tak lama setelah mengeluarkan imbauan tersebut, sebagian warga lereng Merapi sudah ada yang kembali ke tempat pengungsian di gedung balai desa.

Data terbaru, jumlah warga yang mengungsi di gedung pertemuan balai Desa Balerante ada sebanyak 227 orang dengan status kelompok rentan.

"Pengungsi tersebut berasal dari Dusun Ngipiksari, Dusun Sambungrejo, Dusun Sukorejo, dan Dusun Gondang," kata dia.

Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar ke arah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1). (MP/Istimewa)
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar ke arah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1). (MP/Istimewa)

Ia menambahkan, hewan ternak milik pengungsi masih dikandangkan komunal tak jauh dari lokasi tempat evakuasi sementara. Sebagian ada yang dijual pemiliknya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, guguran dari puncak pun tercatat hingga 23 kali sepanjang Selasa (5/1) petang hingga tengah malam. Kemudian sejak pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB tercatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 3-41 mm dan durasi 11-127 detik.

"Jarak luncur guguran diperkirakan maksimal 500 meter ke arah barat daya. Guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 dan 19.11 WIB," kata Hanik.

Baca Juga:

KPU Sleman Pindahkan 1 TPS ke Barak Pengungsian Merapi

Ia menjelaskan, aktivitas guguran terdengar di Pos Babadan pada pukul 20.21 WIB dan 22.00 WIB. Sedangkan Pos Kaliurang mengamati guguran lava pijar dan mendengar suara guguran pada pukul 22.37 WIB dan 23.00 WIB.

"Meski aktivitas guguran terus terjadi, namun sampai saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Merapi pada Level III (Siaga). Jarak aman bagi manusia pun masih tetap yakni di luar 5 kilometer dari puncak Merapi," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Masih Keluarkan Guguran, Sultan Minta Pengungsi Merapi Tidak Balik Rumah

#Yogyakarta #Gunung Merapi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Bagikan