MerahPutih.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia olahraga Indonesia. Bendera Merah Putih terancam tidak bisa berkibar karena adanya masalah dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA)!
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari memberikan ultimatum kepada Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), yang merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab atas anti-doping di tanah air diminta untuk serius dalam menaati kode Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
Baca Juga
Ternyata, Indonesia Punya Utang ke Anti-Doping Lab Qatar Sejak 2017
Okto menyebut, keberadaan IADO di ujung tanduk. Sebab, ia menerima surat dari WADA bahwa IADO mendapatkan Corrective Action Report (CAR) atau Laporan Tindakan Korektif karena aturan yang berlaku saat ini masih belum sejalan dengan WADA Code 2021.
Kendati WADA membebaskan Indonesia dari sanksi pada Februari lalu. IADO tetap dalam pengawasan WADA untuk tetap bisa menjalankan tugasnya secara profesional dan compliance dengan WADA Code.
"Saat ini, Merah Putih terancam tak bisa berkibar lagi. Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan sebelum 23 Juni, Indonesia terancam sanksi dan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih lagi," ujar Oktohari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (7/5).
"Saya sebagai Ketua NOC Indonesia dan juga mantan Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA mengimbau keras kepada IADO untuk bisa lebih intensif berkomunikasi, baik dengan Kemenpora dan lainnya agar situasi kritikal ini dapat teratasi," tegasnya.
Baca Juga
Rasa Terima Kasih Menpora Pada Gugus Tugas yang Dipimpin Raja Sapta Oktohari
Sebelumnya, IADO sempat menerima sanksi selama satu tahun dari WADA pada 7 Oktober 2021, Kala itu, Oktohari diberi kepercayaan memimpin Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA. Lewat diplomasi yang dijalankan Oktohari ke WADA, IADO akhirnya terbebas dari jerat sanksi dalam waktu kurang dari empat bulan.
Meski sudah terbebas sanksi, IADO masih dalam tahap pengawasan ketat WADA, terutama Divisi Compliance Unit yang memang bertanggung jawab melakukan pengawasan kepada seluruh Badan Anti-Doping Nasional (NADO) di seluruh dunia.
“Saya berharap semua pihak dapat memahami situasi kritikal ini. Jangan sampai apa yang sudah dilakukan Gugus Tugas membuat kita kembali dalam posisi sulit dan Indonesia mendapat sanksi lagi. Imbasnya sangat besar, bukan cuma tidak bisa mengibarkan Merah Putih, tetapi juga tidak bisa menyelenggarakan single dan multi-event olahraga internasional,” kata Oktohari.
Hal tersebut, tambah Oktohari, harus menjadi perhatian bersama. Apalagi, Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022, 23-30 Juli mendatang.
“WADA juga berencana datang ke Indonesia. Jadi, saya berharap agar situasi kritis ini bisa diatasi, sehingga kita tidak mendapat sanksi,” pungkas Oktohari. (*)
Baca Juga
Raja Sapta Oktohari: Kami Tak Libur Sebelum Bendera Merah Putih Berkibar Kembali

