Menteri Yohana Akan Buat Peraturan Penggunaan Gadget Bagi Anak-Anak

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 02 Maret 2018
Menteri Yohana Akan Buat Peraturan Penggunaan Gadget Bagi Anak-Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menjawab pertanyaan anggota Komisi VIII saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9). Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia akan membatasi penggunaan gawai pada anak agar mengurangi risiko anak terjerumus hal-hal negatif dan kecanduan gawai.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan, bahwa pembatasan tersebut akan segera dibuat peraturannya dalam Surat Keputasan Bersama Menteri, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri PPPA, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, saat ini kami sedang membahas tentang substansinya, mudah-mudahan dalam tahun ini surat keputusan tersebut segera keluar," kata Yohana seperti dilansir Antara, Jumat (2/3).

Hal itu, kata dia, dibuat dalam upaya melindungi anak-anak dari penggunaan gawai, apalagi saat ini sangat banyak anak yang menjadi korban pornografi dan kekerasan akibat dari internet.

Pembatasan penggunaan gawai akan diterapkan di seluruh satuan pendidikan dan di rumah. Yohana mengatakan bahwa pembatasan tersebut bentuknya berbeda-beda.

Misalnya, siswa SD tidak perlu membawa gawai sama sekali ke sekolah karena masih menjadi perhatian khusus orang tua, sedangkan siswa SMP dan SMA boleh membawa gawai tetapi dibatasi untuk kebutuhan tertentu saja.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny Rosalin mengatakan bahwa sebenarnya banyak sekolah yang telah menerapkan pembatasan tersebut, hanya perlu diperkuat untuk memastikan anak tidak terpapar konten negatif dari internet.

"Saya telah mengunjungi banyak sekolah di seluruh Indonesia, mereka sudah menerapkan pembatasan dengan cara anak-anak harus menitipkan saat jam sekolah," katanya.

Namun, kata dia, sebenarnya yang terpenting dalam pembatasan penggunaan gawai ini adalah pengawasan dari orang tua yang ada di sekolah dan yang ada di rumah.

Dengan membatasi penggunaan gawai di sekolah dan di rumah, menurut dia, telah berupaya melindungi 2/3 kehidupan anak dari dampak negatif internet.

Pembatasan penggunaan gawai tidak serta-merta melarang siswa membawa gawai, apalagi saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerapkan pendidikan berbasis IT.

"Gawai kan tidak selalu negatif, ada juga sisi positifnya oleh sebab itu anak-anak harus diarahkan saat mengakses ini, orang dewasa harus dapat memastikan saat anak-anak menggunakan alat tersebut mereka tidak terpapar konten negatif," katanya. (*)

#Gadget #Anak #HP # Yohana Yembise
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Bocoran Samsung Galaxy S27 Series: Ada Model Pro dan RAM 16 GB
Bocoran mengenai Samsung Galaxy S27 Series kembali beredar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 25 September 2026
Bocoran Samsung Galaxy S27 Series: Ada Model Pro dan RAM 16 GB
Tekno
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
OBSBOT Meet Flip mengusung desain fold-to-protect, memungkinkan pengguna menutup lensa secara fisik hanya dengan melipat perangkat.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
Tekno
Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Meta menyebut Charm akan siap dikirimkan untuk liburan Desember mendatang.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
 Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Tekno
Honor X9e Pro Meluncur Bawa Baterai Jumbo dan Fitur Foto Bawah Air
Honor resmi meluncurkan Honor X9e Pro di Malaysia dengan membawa salah satu daya tarik utama berupa baterai jumbo berkapasitas 11.000mAh.
Yusuf Abdillah - Jumat, 25 September 2026
Honor X9e Pro Meluncur Bawa Baterai Jumbo dan Fitur Foto Bawah Air
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Tekno
ColorOS 17 Segera Rilis Bawa Tampilan Baru dan Fitur AI, Ini Daftar HP yang Kebagian Update
OPPO bersiap menghadirkan ColorOS 17 berbasis Android 17 dengan sejumlah perubahan besar.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
ColorOS 17 Segera Rilis Bawa Tampilan Baru dan Fitur AI, Ini Daftar HP yang Kebagian Update
Tekno
Realme 16 Pro Harry Potter Edition Siap Meluncur, Kapan Hadir di Indonesia?
Realme bersiap membawa Realme 16 Pro Harry Potter Edition ke Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 08 September 2026
Realme 16 Pro Harry Potter Edition Siap Meluncur, Kapan Hadir di Indonesia?
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Bagikan