Menteri Purbaya Tegaskan tak Ada Silang Pendapat soal Pembangunan Kilang Minyak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)
MERAHPUTIH.COM - MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak ada silang pendapat dengan PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang minyak baru di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menanggapi viralnya video dirinya di media sosial (medsos) yang menyoroti lambannya pembangunan kilang baru oleh perusahaan minyak milik negara itu.
Purbaya menegaskan pernyataannya tersebut tidak bermaksud tendensius dan menyerang perusahaan PT Pertamina. Ia mengungkapkan pembangunan kilang merupakan kewajiban Pertamina, dan yang terpenting saat ini adalah percepatan pelaksanaannya.
"Oh, itu memang kewajiban mereka. Jadi enggak ada silang pendapat. Hanya memastikan kalau mereka punya rencana dijalankan dengan cepat," ucap Purbaya yang dikutip Kamis (2/10).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kesal dengan PT Pertamina karena tak ada kilang minyak baru yang dibangun sejak 2018. Indonesia kini malah senang impor bahan bakar minyak (BBM) dari negara tetangga Singapura.
Baca juga:
Curhat Pertamina Pilih Impor di Banding Bangung Kilang, Purbaya Ngaku Tak Ada Silang Pendapat
Oleh sebab itu, Purbaya meminta Komisi XI DPR RI untuk menekan PT Pertamina agar segera merealisasikan pembangunan kilang minyak baru. Menurutnya, hal itu penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang selama ini membebani keuangan negara melalui subsidi energi.
"BBM tuh solar, diesel kita banyak impornya sampai puluhan miliar dolar per tahun. Sudah berapa tahun kita mengalami hal tersebut? Sudah puluhan tahun kan," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (30/9).
Di satu sisi, pembangunan kilang minyak sangat penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor dari negara lain. "Gimana caranya kita memproduksi, juga memperbaiki alat-alat produksi, termasuk menyediakan alat produksi yang baru yang selama ini kita gagal membangun. Jadi kilang itu, bukan kita enggak bisa bikin, atau kita enggak bisa bikin proyeknya, cuman Pertamina malas-malasan aja," jelasnya.
Ia pun menyinggung janji Pertamina pada 2018 yang menyatakan akan membangun tujuh kilang minyak dalam waktu lima tahun. Namun hingga kini, tidak satu pun dari rencana tersebut terealisasi.
"Sejak itu sampai sekarang, enggak pernah bangun kilang baru. Jadi nanti kalau ketemu Danantara lagi, minta Pertamina bangun kilang baru. Saya pernah, waktu saya di Maritim, saya pernah tekan mereka pada 2018 untuk bangun kilang," cetusnya.(Asp)
Baca juga:
Menkeu Purbaya Tunda Penerapan Pajak E-Commerce, DPR: Beri Ruang UMKM untuk Bernapas
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Resmikan Proyek Refinery, Prabowo: Infrastruktur Energi Skala Besar Dilakukan 32 Tahun Lalu
Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Sentil Dirut Pertamina jangan Korupsi
Prabowo Siap Resmikan Kilang Raksasa Pertamina di Balikpapan, Klaim Produksi BBM Dalam Negeri Lebih Efisien
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Negara Rugi Rp 4 T, Menkeu Purbaya Mau Gerebek Perusahaan Baja China Curangi PPN
IHSG Tembus 9.000 Saat Bursa Asia Kejang-Kejang, Purbaya Sebut Investor Mulai 'Jatuh Cinta' Lagi ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Memohon ke Presiden Prabowo Agar Sahkan RUU Perampasan Aset dan Segera Hukum Mati Koruptor
Pemerintah Tambah Utang Rp 736,3 Triliun di 2025
Defisit APBN Melebar, Ekonomi Downfall